Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 16 Mar 2022 19:53 WIB ·

HET Dicabut, Minyak Goreng Masih Langka Disdag Lampura Lobi Kementerian Perdagangan


 Foto Riduan/Radar Kotabumi  Caption Cek peralatan : Kapolres Lampura AKBP Kurniawan Ismail didampingi Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Lampura, Anom Sauni, saat mengecek kesiapan mobil tangki bermuatan minyak goreng curah, di Pasar Simpang Propau, Kecamatan Abung Selatan, Kamis(24/2).
Perbesar

Foto Riduan/Radar Kotabumi Caption Cek peralatan : Kapolres Lampura AKBP Kurniawan Ismail didampingi Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Lampura, Anom Sauni, saat mengecek kesiapan mobil tangki bermuatan minyak goreng curah, di Pasar Simpang Propau, Kecamatan Abung Selatan, Kamis(24/2).

KOTABUMI – Terkait dicabutnya subsidi harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng dalam kemasan, dan pemberlakukan HET minyak goreng curah Rp 14 Ribu. Tentunya membuat kalangan emak – emak mengeluh. Mereka khawatir harga akan semakin tinggi, jika pemerintah menaikan atau bahkan mencabut subsidi HET tersebut.

 

Caption Pantau Pengecoran : Kapolres Lampura AKBP Kurniawan Ismail didampingi Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Lampura, Anom Sauni saat memantau pengecoran minyak goreng curah ke salah satu warung sembako di Pasar Simpang Propau, Kecamatan Abung Selatan, Kamis(24/2).

”Kalau sebelumnya harga minyak curah itukan hanya Rp 11.500 – Rp 12.000, (HET, Red) ketetapan pemerintah dan kini(HET, Red) sudah menjadi Rp 14 Ribu, berarti naik dong harganya. Kemudian, informasinya ada kebijakan pemerintah mencabut HET minyak goreng dalam kemasan dari sebelumnya Rp 14 Ribu. Bisa gawat ini, apalagi semua makanan kebanyakan dibuat pakai minyak goreng,” lugas Ipah(41) warga kelurahan Tanjungharapan, Lampung Utara(Lampura), Rabu(16/3).

Belum lagi kebutuhan pokok lainnya, lanjut Ipah, seperti gula pasir yang sekarang ini kian sulit didapat, dan diprediksikan akan mengalami kenaikan juga.”Gula juga ini mau naik kayaknya. Sudah mulai sulit didapat,”keluh dia diamini ibu – ibu lainnya.
Sementara, salah seorang pedagang sembako yang ada dijalan Penitis Kotabumi, mengatakan jika setelah minyak goreng diprediksikan akan menyusul untuk komoditas gula pasir. Bahkan menurutnya, disejumlah kios dan warung waralaba setempat sudah mulai kosong.

” Waduh berat kita, kita naikan harga gula pasir, konsumen mengeluh. Tidak kita naikan, ya rugi. Seharusnya pemerintah segera melakukan upaya antisifasi terkait persoalan yang dialami masyarakat,”singkatnya.

Sementara Kepala Dinas Pergadangan(Disdag) Lampura Hendri, S.H., M.M., membenarkan jika HET minyak goreng curah mengalami kenaikan yakni Rp 14 Ribu, serta adanya kebijakan mencabut HET minyak goreng dalam kemasan.
Namun, lanjut Hendri, disdag lampura bersama dinas perindustrian perdagangan(Disperindag) Provinsi Lampung, sedang melakukan lobi dan koordinasi dengan kementerian perdagangan, terkait kebijakan tersebut.
“Kita minta, supaya HET untuk minyak goreng dalam kemasan tetap diberlakukan, meski harganya dinaikan sedikit,”katanya.

Terkait dengan potensi akan terjadinya kelangkaan gula pasir, Hendri menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Badan Urusan Logistik(Bulog) Lampura.
”Kalau gula pasir memang informasinya, sedikit mengalami kenaikan harga. Tapi kondisinya(stok, Red) masih aman. Kalau pun terjadi kelangkaan kita akan lakukan operasi pasar(OP) dengan melibatkan Bulog, sebagai lumbung pangan nasional. Bila perlu kita libatkan PTPN7 Bungamayang, yang memang berada di Kabupaten Lampung Utara,”pungkasnya.(rid)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Trending di Headline