KOTABUMI-Setelah ditetapkan Pemerintah Pusat bahwa Subsidi untuk Minyak Goreng Kemasan maupun Curah di Cabut, Dinas Perdagangan(Disdag) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) harus mengambil berbagai langkah untuk mengatasi tingginya harga minyak kemasan saat ini yang menebus angka hingga Rp. 26.000 perliternya.
Langkah yang akan diambil yakni meminta tambahan suplai minyak curah khusus untuk Kabupaten Lampura.”Subsidinya sudah di cabut, harga minyak kemasan sangat tinggi saat ini. Betul barangnya banyak, tapi kalau harga tinggi seperti ini bagaimana Masyarakat bisa beli. Untuk itu cara satu-satunya yakni menambah suplai minyak curah, karena harganya yang masih terjangkau Masyarakat yakni Rp.14 Ribu perkilo Pemerintah Pusat juga sudah berjanji akan menambah suplai minyak kemasan untuk pasar-pasar,”ucap Kadisdag Lampura Hendri, Minggu(20/3).
Sejauh ini lanjut Hendri, ia sudah melakukan pengecekan ketersediaan minyak goreng di ritel-ritel modern.
Diritel Modern sendiri minyak kemasan Merek Tropical di jual dengan harga Rp 50 Ribu Perdua liter.
Dalam hal ini Pemerintah di Daerah harus menjalankan aturan dari Pemerintah Pusat. Begitu juga untuk mekanisme penjualan minyak goreng yang sudah ditetapkan dalam aturan.”Untuk Kedepan apkah akan ada kenaikan harga minyak lagi pihaknya belum bisa mengetahui secara pasti.
Semua mengikuti harga jual bahan minyak mentah, kalau harganya turun pasti minyak akan turun lagi. Mudah-mudahan harganya bisa normal kembali,”harapnya.
Terkait adanya isu bahwa besok(hari ini, Red) akan ada kenaikan minyak lagi, Hendri meminta kepada Masyarakat untuk tidak mempercayai berita-berita Hoax yang dikeluarkan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Semakin banyaknya minyak yang di suplai ke daerah tentu harganya bukan malah semakin mahal, tetapi akan semakin turun.
Ini kan masih di awal-awal, Pemerintah Pusat kan sudah berjanji akan menambah supalaian minyak secara terus menerus ke setiap Daerah termasuk Kabupaten Lampura.”Hukum ekonomi itu akan berjalan, semakin banyaknya pasokan minyak maka harganya akan semakin murah. Begitu juga sebaliknu, semakin sedikit maka harganya akan semakin mahal.
Kalau belum ada keputusan dari Pemerintah Pusat tolong masyarakat untuk tidak percaya dengan isu-isu yang beredar di luar. Masyarakat juga kita mint untuk tidak panik,”paparnya.
Terkait adanya kenaikan sejumlah harga Sembako seperti Gul, Beras, Kedelai dan lainnya tambah Hendri, pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan Sidak dengan menggandeng Satgas Pangan guna mengecek ketersediaan dan penyebab naiknya harga beberapa Sembako tersebut.”Sebelumnya kita bersama Satgas Pangan Kabupaten sudah melaporkan kenaikan harga sembako kepada Menteri Perdagangan dan Pemerintah Pusat.
Artinya dari hasil Zoom bersama ini kita akan mengambil langkah-langkah terkait kelangkaan sembako.
Ada dua hal yang menyebabkan kelangkaan Distribusinya tidak lancar atau Suplainya kurang,”pungkasnya.(ria/her)






