Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 22 Mar 2022 18:24 WIB ·

Pastikan Ketersediaan Pangan, Disdag Turunkan Tim Hendri Bakal Panggil Distributor


 Tim dari Disdag bersama Intansi terkait saat mengecek ketersediaan dan harga Sembako di Pasar Sentral, Selasa (22/3).
Perbesar

Tim dari Disdag bersama Intansi terkait saat mengecek ketersediaan dan harga Sembako di Pasar Sentral, Selasa (22/3).

KOTABUMI-Dinas Perdagangan(Disdag) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) menggandeng beberapa Dinas Intansi terkait, Minggu (22/3) turun ke sejumlah Pasar Tradisional yang ada di Kabupaten Lampung Utara(Lampura).
Kepala Dinas Perdagangan(Kadisdag) Lampura Hendri menjelaskan, dari hasil laporan anggotanya bersama tim turun ke bawah, memang menemukan beberapa bahan Pangan Sembako mengalami kenaikan.
Mulai dari Gula Pasir, Daging Sapi, Minyak Goreng, Cabai Merah dan Rawit, Bawang dan Telur mengalami kenaikan yang signifikan.”Ada 11 Bahan Pokok yang di cek harganya, beberapa diantaranya naik, berfariasi kenaikannya.

Dengan naiknya harga ini kita akan telusuri apa saja penyebabnya, atau kita panggil langsung Distributornya untuk mengetahui penyebab pasti naiknya harga Sembako tersebut,”jelas Hendri saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, kemarin.

Untuk harga Beras lanjut Hendri, harganya bervariasi sesuai dengan kualitas, ada kenaikan namun tidak banyak
Kemudian Gula Pasir sebelumnya Rp 13 Ribu saat ini di Pasar Rp 14 Ribu dan di warung-warung dijual Rp 15 Ribu perkilogram(kg).
Kemudian telur Ayam ras sebelumnya Rp 23 Ribu menjadi Rp 25 Ribu perkg, Daging sapi dari Rp 120 jadi Rp 130 perkg.
Untuk harga minyak goreng yang paling mahal yakni Literan dengan merek ternama dijual Rp 27 Ribu perliter merek biasa Rp 24 Ribu perliter.

Selanjutnya untuk Cabai merah besar dari Rp 35 Ribu jadi Rp 45 Ribu, Rawit Merah dari Rp 55 jadi Rp 65 Ribu perkg dan Rawit Hijau dari Rp 35 Ribu jadi Rp 45 Ribu perkg.
Disusul dengan harga Bawang Merah dari Rp 25 Ribu jadi Rp 35 Ribu perkg. Dan Bawang Putih dari Rp 25 Ribu jadi Rp 28 Ribu perkg.”Minyak goreng di Ramayana itu dijual dengan harga Rp. 54.000 per 2 liter.
Kalau beli di Pasar Tradisional paling murah harganya Rp 24 Ribu perliter.
Yang naik cukup banyak itu Cabai dan Bawang bisa Rp 10 Ribu perkg naiknya,”jelasnya.

Biasanya, tambah Hendri, kenaikan harga akan terjadi jika Suplainya terhambat atau Pasokannya berkurang.
Untuk itu pihaknya juga akan menggandeng Badan Urusan Logistik jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kenaikan harga beras yang cukup tinggi dan minimnya pasokan gula pasir.”Ini sedang kita koordinasikan ke Provinsi terkait kenaikan harga di bawah.
Apalagi mau menjelang Puasa ini kebutuhan Masyarakat pasti meningkat. Untuk itu harus cepat dicarikan solusinya,”pungkas Hendri.(ria.her)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Trending di Headline