Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 31 Mar 2022 18:55 WIB ·

Bukitkemuning Lampura Diguyur Hujan Es


 caption : Hujan es dan angin kencang di  Bukit Kemuning Lampura, sebabkan sejumlah kerusakan  Perbesar

caption : Hujan es dan angin kencang di Bukit Kemuning Lampura, sebabkan sejumlah kerusakan

BUKITKEMUNING–Masyarakat Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dikagetkan dengan Fenomena hujan es serta anging kencang pada sore hari ini, Rabu (30/3) sekira pukul 17.00 wib sampai 18.00 wib.

Ilustrasi hujan es

Akibat hujan dan angin kencang beberapa rumah warga mengalami kerusakan.

Heri Yanto Mail (38), Warga Kelurahan Bukitkemuning menyampaikan, hujan es terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. “Hujan berlangsung cukup lama dari jam lima sore hampir magrib baru berhenti,” ujarnya.

Sementara, Sri (50), Warga Kelurahan Bukit Kemuning lainnya mengungkapkan, selain hujan deras disertai es. Angin kencang juga terjadi. Sehingga rumah yang ditempatinya rusak.

“Atap rumah saya rusak. Angin kencang tadi membuat terbang atap rumah bagian dapur,” ungkapnya.

Namun, Ia masih bersyukur karena tidak ada korban jiwa akibat hal tersebut.
“Walaupun tadi sempat juga rumah banjir, akibat hujan masuk kedalam. Alhamdulillah sebatas itu saja,” tutupnya.

Sementara, Lurah Kecamatan Bukit Kemuning, Insono melalui telepon Whatsup membenarkan telah terjadi fenomena alam hujan es yang disertai angin kencang. Atas peristiwa alam itu, ada beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan dibagian atap rumah.

“Sejauh ini kami masih mendata rumah warga yang mengalami kerusakan. Dan belum bisa dipastikan berapa jumlah hingga saat ini, ” tuturnya.

“Itu sedang dilakukan pendataan oleh RT/RW saat ini dilapangan, khusus di Kelurahan Bukit Kemuning ada beberapanya. Kalau secara lisan melalui kecamatan telah dilaporkan, tapi untuk di kabupaten (BPBD) baru akan setelah menerima laporan di bawah,” tambahnya.
Termasuk, lanjutnya, satu rumah mengalami kebakaran akibat arus pendek terjadi disana siang tadi. Agar dapat menerima bantuan dari pemerintah, sebab, menghanguskan hampir keseluruhannya.

Disisi lain, Kasi Penanggulangan Bencana Kecamatan Bukit Kemuning, Hery Fitriansyah melalui sambungan ponsel malam menambahkan, tak hanya dikelurahan, namun 3 desa seperti Tanjung Waras, Sukamenanti, Muara Aman merasakan fenomena yang baru pertama kali terjadi disana.

Akan tetapi, hal itu tak menimbulkan kerusakan berarti, namun suara berisik dan beberapa atap mengalami kebocoran akibat tertimpa.

“Betul ada 3 desa dan satu kelurahan yang mengalami fenomena hujan es ini. Saat ini mereka (desa/kelurahan) sedang melakukan pendataan terhadap kerusakan terjadi akibat terjadi ini, sebab, beberapa diantaranya mengalami kerusakan akibat tertimpa batu es,” kata dia, melalui sambungan telepon malam ini.

Beberapa diantaranya banyak mengalami kerusakan, beberapa diantara tersapu angin hingga karena memakai atap jenis seng.

Terpisah Kasim, Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Lampura mengatakan sampai saat ini, belum ada laporan dari warga ataupun Kelurahan disana yang menyampaikan loparan adanya kerusakan rumah dampak dari fenomena hujan es disertai angin kencang.

“Kami belum menerima data dari kelurahan setempat terkait adanya kerusakan rumah warga akibat hujan es disertai angin kencang. Bagaimana kita bisa memberikan bantuan kalau dari bawah tidak memberikan informasi,” Kata Kasim, Kamis (31/3).

Sementara, Isono, Lurah Bukit Kemuning mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa jumah rumah warga mengalami kerusakan.

“Kalau sekarang belum tahu jumlahnya, saya juga masih di lapangan kejar target vaksinasi covid 19,” ujarnya seraya akan menanyakan hal itu kepada sekretaris Kelurahan.

Bigar, Staf BMKG Lampura menyampaikan bahwa fenomena hujan es itu merupakan cuaca ektrem yang sebelumnnya pernah terjadi di Lampung Barat. (Ozy/yud/rnn)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Trending di Headline