KOTABUMI –Adanya rencana Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun balai besar budidaya ikan air tawar di Kabupaten Mesuji. Tentunya akan berdampak baik bagi kabupaten/kota di Lampung khususnya yang menjadi sentra penghasil ikan air tawar. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perikanan(Diskan) Lampung Utara(Lampura) Sani Lumy, S.STP., M.Si, Minggu(3/4).
Dampak positifnya, lanjut Sani, akan terjadinya sinegitas antara balai benih ikan air tawar yang ada di Kabupaten Lampung Utara(Lampura). Baik balai benih yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat maupun balai benih resmi milik pemerintah daerah.
”Kita berharap akan bersinergi dengan balai benih milik kita(Pemkab Lampura). Saling isilah kita, agar keberadaan balai benih ini dapat bermanfaat untuk rakyat,”katanya.
Dia menambahkan, Lampura memiliki satu Balai Benih Ikan(BBI) air tawar yang ada di Kecamatan Tanjungraja, kemudian sejumlah Unit Pembenihan Rakyat(UPR).
”Kita ada satu unit balai benih ikan air tawar di Tanjungraja, kemudian juga ada sejumlah UPR, baik yang ada di Abung Surakarta dan Kebunlima,”jelasnya.
Dilansir dari laman radarlampung.co.id(group Radar Kotabumi), tak lama lagi, Provinsi Lampung akan memiliki balai besar budidaya ikan air tawar. Hal ini setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan bakal membangun Balai Besar Budidaya Ikan Air Tawar di Mesuji.
Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Lampung, Kusnardi membenarkan bahwa provinsi Lampung akan ada Balai Besar Budidaya Ikan Tawar.
“Atas usulan dari Pak Gubernur ke Menteri Kelautan dan Perikanan, maka rencananya akan dibangun oleh pemerintah pusat balai besar perikanan air tawar di Mesuji,” ungkap Kusnardi.
Dia menyebut, secara total, lahan yang diminta sebesar 10 hektar. Dari Kabupaten Mesuji, sudah siap menyediakan lahan dan sudah disurvei oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan seluas 6,5 hektare.
“Kami berharap, pembangunan Balai Besar Budidaya Ikan Air Tawar di Lampung ini, banyak ikan endemik dapat terselamatkan serta dapat dibudidayakan di Provinsi Lampung. Apalagi, kondisi Lampung yang mencukupi dari berbagai hal,” ujarnya.
Sementara, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Liza Derni menambahkan, Balai Besar Budidaya Ikan Air Tawar di Mesuji ini, dalam pengelolaannya seperti Balai Besar Perikanan Budidaya Laut yang dimiliki Lampung di Hanura, Pesawaran.
“Ini seperti BBPBL, hanya kan BBPBL itu laut. Nah kalau yang ini ikan air tawar,” beber Liza.
Dia menyebutkan, Pemilihan Mesuji sebagai lokasi balai besar, karena kondisi lingkungannya. Baik dari sumber air yang cukup baik dan mudah, juga tanah di Mesuji yang cocok. Hal ini merupakan hasil kajian dari pemerintah pusat.
“Balai Besar ini bisa menunjang juga kebutuhan ikan air tawar di Provinsi Lampung. Yang selama ini belum dapat dihasilkan maksimal,” ucapnya.
“Justru banyak pembudidaya nya itu membeli dari Sukabumi, Jambi, Kalimantan. Sehingga nantinya Lampung diharapkan bisa jadi sentral pembenihan. Sehingga daerah lain bisa juga membeli dari Lampung,” tambahnya.
Menurutnya, Balai ini juga didorong melestarikan ikan-ikan endemik yang memang khas di Lampung. “Jadi, balai ini juga digunakan untuk budidaya ikan endemik. Seperti jelabat, baung, gabung, patin. Ikan sungai yang sudah mau punah. Sehingga bisa tetap lestari,” ucapnya.(rid/rnn/rma/yud)






