KOTABUMI –Kabupaten Lampung Utara(Pemkab Lampura) akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, terkait rencana akan dilaksanakan pasar murah/operasi pasar dalam upaya mengantisifasi lonjakan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H.
“Adapun pihak terkait dimaksud yakni Dinas Perdagangan, Badan Urusan Logistik(Bulog), serta sejumlah perusahaan yang ada di Wilayah Lampung Utara,”ujar Anom Sauni, selaku Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam, Setkab Lampura, Senin(4/4).
Tak hanya itu, lanjut Anom – sapaan akrab Anom Sauni, pihaknya juga akan berkoordinasi juga dengan pihak pemerintah provinsi(pemprov) Lampung terkait rencana operasi pasar tersebut.
” Koordinasi juga dengan pihak provinsi, mengingat saat ini sedang pandemi covid – 19. Jangan sampai pelaksanaan OP atau pasar murah ini menimbulkan kerumunan yang dapat menciptakan klaster baru covid 19, ” kata dia.
Dilansir dari radarlampung.co.id, Pemkab Tulangbawang(Tuba) dijadwalkan akan menggelar operasi pasar murah di lima kecamatan.
Lima kecamatan tersebut yakni Menggala, Gedungmeneng, Denteteladas, Penawaraji, dan Meraksaaji.
Kepala Dinas Perdagangan Tulangbawang Amri mengatakan, pasar murah tersebut digelar dalam rangka menjaga stabilitas dan pasokan beberapa bahan pokok pada bulan Ramadan ini.
Beberapa bahan pokok yang akan ada dalam pasar murah yakni beras, gula putih, minyak goreng kemasan dan telur.
“Mudah-mudahan pasar murah ini bisa berguna dan bermanfaat bagi masyarakat di bulan suci Ramadan ini,” kata Amri, Senin (4/4).
Meski direncanakan digelar di lima kecamatan, namun pasar murah dijadwalkan hanya di lima kampung dan empat kelurahan kecamatan -kecamatan tersebut. Pasar murah sendiri dijadwalkan mulai digelar pada hari Rabu, tanggal 6 April mendatang.
Sementara, Pemkab Mesuji telah menjadwalkan pelaksanaan pada 19 -21 April 2019 mendatang.
“Selain pasar murah, kami juga sudah lakukan rapat koordinasi dengan semua perusahaan di Mesuji dan disampaikan jika covid sudah melandai, ekonomi Mesuji harus terus bergerak, dan meminta semua pihak untuk antisipasi kelangkaan barang,” katanya Kabag Ekonomi dan Pembangunan Setkab Mesuji, Arif Arianto.
Menurutnya, rapat koordinasi tersebut diikuti oleh Bulog, perusahaan di Mesuji, Pertamina, juga distributor kebutuhan pokok dan sepakat untuk melaksanakan pasar harga pabrik. “Saat ini kami terus lakukan pemantauan untuk harga kebutuhan pokok. Harapan kami tidak ada lonjakan harga juga kelangkaan barang,” kata dia.
Saat ini, harga gula pasir di Mesuji ada di kisaran Rp13.000 per kg, daging ayam Rp 35.000, telur Rp 24.000, cabai keriting merah Rp.40.000, dan bawang putih Rp30.000 per kilogram. (rid/rnn)






