KOTABUMI-Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perdagangan(Kemendag) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 06 tahun 2022 tentang Harga Jual Gula Kristal Putih.
Dalam SE tersebut berbunyi sehubungan dengan berkurangnya stok gula dan belum optimalnya pasokan gula hasil produksi dalam negeri yang memicu kenaikan harga gula di tingkat konsumen, serta berdasarkan
hasil Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Perekonomian pada 30 Desember 2021 yang memutuskan usulan kenaikan harga jual gula.”SE dari Kemendag itu untuk harga jual gula kristal putih Harga Eceran Tertinggi(HET) nya Rp. 13.500 perkilogram(kg). HET ini naik dari sebelumnya yakni Rp. 12.500 perkg. Alhamdulillah kalau untuk stok gula di Lampura banyak, aman, insyaallah tidak akan langka selagi Masyarakat masih membelinya dalam jumlah wajar seperti biasanya, sesuai kebutuhan sehari-hari,”jelas Kepala Dinas Perdagangan Lampura Hendri, Selasa(5/4)
Dalam SE tersebut juga lanjut Hendri, HET tersebut juga berlaku untuk retail-retail modern.
Untuk itu Disdag akan melakukan pengawasan secara langsung dalam penjualan harga gula pasir tersebut.
Jika ada Ritel yang bermain atau sampai melakukan penimbunan barang, maka akan diambil langkah tegas bersama Satgas Pangan.”Di gudang Bulog itu ada 1 Ton stoknya. Kemudian di Pabrik Bunga Mayang itu banyak, jadi jangan takut.
Jangan sampai kejadiannya seperti minyak kemarin, karena panik Masyarakat nyetok. Lalu waktu Masyarakat lain mau beli malah tidak ada dan jadi langka, ini yang kita minta Masyarakat benar-benar harus pahami dan tidak panik Baing,”himbaunya.
Sejauh ini tambah Hendri, dari hasil pemantauan tim Disdag, Gula putih Kristal itu stoknya banyak di pasar-pasar dan di warung-warung manisan.
Hanya saja HET untuk Ritel Modern di jual dengan harga Rp 13.500 perkg.
Sementara di Pasar atau di warung di jual dengan harga Rp 14 Ribu hingga Rp 15 Ribu perkg.”Kalau memang nanti benar-benar terjadi kelangkaan kita akan ambil langkah secara langsung. Baik mengadakan Operasi Pasar bersama Bulog, atau jemput bola ke Provinsi serta Kabupaten lain,”pugkasnya(ria/her)






