Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 2 Jun 2022 10:41 WIB ·

Jembatan Way Sabuk Ambrol


 caption : Inilah Kondisi Jembata. way Sabuk di Desa Bumi Nambung, Kecamatan Abung Barat, yang merupakan jembatan penghubung jalan nasional kondisinya kian parah.-Foto Fahrozy Irsan Toni
Perbesar

caption : Inilah Kondisi Jembata. way Sabuk di Desa Bumi Nambung, Kecamatan Abung Barat, yang merupakan jembatan penghubung jalan nasional kondisinya kian parah.-Foto Fahrozy Irsan Toni

ABUNGBARAT–Warga dan pengguna jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum), tepatnya berada di Jembatan Way Sabuk Desa Bumi Nabung, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), meminta kepada pemerintah agar segera memperbaiki Jembatan.

Pasalnya, belum genap satu bulan, jembatan Way (sungai) Sabuk yang menelan anggaran miliaran rupiah di wilayah itu, saat ini mengalami kerusakan parah lagi.

Bahkan, warga menduga, hal tersebut dikenakan minimnya perhatian pemerintah dalam hal pengawasan perbaikan jembatan yang terkesan asal-asalan.

Sebab, jembatan tersebut baru diperbaiki saat memasuki lebaran Idul Fitri 1443 H lalu, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan mengancam para pengendara yang melintas.

“Selain aspal batas jembatan yang mengalami ambruk. Kondisi diperparah adanya lubang menganga yang cukup besar di tengah jembatan. Sehingga, mengancam pengendara melintas di jembatan itu,” ujar Ardy Yohaba (37) pegendara minibus melintas di wilayah itu, Selasa (1/6).

Ia juga mengatakan, selain kodisi jembatan yang rusak. Beberapa titik jalan penghubung mulai dari Kotabumi hingga kecamatan bukitkemuning, banyak yang berlubang dan bergelombang.

Padahal, kata dia, jalan sepanjang itu, dan jembatan di wilayah tersebut, baru diperbaiki menelan anggaran APBN yang nilainya cukup fantastis.

“Jadi kami harap, agar pemerintah dapat berperan aktif untuk segi pengawas ketika adanya perbaikan,” kata Fajar (40) pengguna jalan lainnya.

Selain itu, pemerintah juga dapat segera memperbaiki jalan maupun jembatan penghubung Kotabumi dengan Bukitkemuning.

Sebab, bagian kedua sisi penghubung jembatan besi – besi telah merenggang, apalagi saat dilindas kendaraan besar.

“Cukup besar mas lubangnya. kalau tidak hati – hati dapat terjadi kecelakaan. Setahu kami, ini belum lama diperbaiki maklum sering lewat,” ujar salah seorang pengendara sepeda motor, Sandi (45).

Sementara, aparat pemerintah desa Bumi Nabung, Kecamatan Abung Barat itu, berharap pemerintah dapat menjawab kegelisahan warga, sebab, telah menimbulkan terjadinya kecelakaan akibat kerusakan jembatan itu.

“Sudah lebih dari satu pekan ini lubang ditengah menganga dibiarkan begitu saja, makin kesini semakin melebar. Dapat dilihat sungai di bawahnya disitu jelas,” ujar Kepala Desa Bumi Nabung, Yosi Atmaja ditemui Radar Lampung di lokasi.

Dia berujar kesan yang timbul dari pekerjaan rehab dilaksanakan belum genap satu bulan itu asal jadi, karena dikerjakan seperti tergesa – gesa mengejar waktu arus mudik lebaran.

Sehingga menyebabkan pekerjaan tidak lama berselang, kembali rusak bahkan lebih parah keadaannya dari sebelumnya.

“Ya, sebetulnya ini telah sering diperbaiki namun dilapangan tidak bertahan lama bahkan makin kesini kerusakannya semakin parah. Kalau memang mau diperbaiki, yang perbaiki dengan sebaik – baiknya,” ujarnya.

“Dan kami pemerintah desa (pemdes) mewakili masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih disini, sebab apa? Bila tidak ada perbaikkan maksimal kemungkinan jembatannya akan putus,” tambahnya.

Dia menjelaskan bahwasanya disana telah banyak kejadian kecelakaan menimpa pengendara, seperti kendaraan bertemu sepeda motor, minibus, hingga kendaran berat.

Lalu, lanjutnya, ada salah seorang warga meninggal dunia, karena mengalami kecelakaan. Belum genap satu bulan belakangan ini.

“Mereka ini tidak pernah ada yang komplain, padahal jelas ini tugas pemerintah. Tapi kembali lagi, kepada siapa mau mempertanyakan nasib rakyatnya bila tidak dengan pemerintah. Khususunya memegang kendali terhadap aset jalan nasional ini,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada pemenang proyek perbaikan jalan dan jembatan, dapat mengecek ulang hasil kerjanya. Sebab, yang di takuti adalah warga di sepanjang jalan ini melakukan orasi turun ke jalan akibat perkejaan asal jadi.

“Yang kita jaga, Jagan sampai warga turun ke jalan. Tentunya, warga menuntut agar segera diperbaiki jalan dan jembatan. Selain itu, terhadap pihak rekanan yang mengerjakan proyek jalan dan jembatan, dapat meninjau kembali hasil kerjanya tersebut,” pungkasnya (ozy/yud/rnn)

Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Air Sering Menggenang, Wabup Romli Tinjau Langsung Depan Telkom

5 Februari 2026 - 18:54 WIB

Busana Adat Lampung Bakal Dipakai Ketua PWI Lampung Saat HPN

5 Februari 2026 - 15:46 WIB

Mahmud Marhaba: Polri Jangan Salah Prosedur Tangani Sengketa Jurnalistik di Bangka Belitung

30 Januari 2026 - 09:44 WIB

Trending di Headline