Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 23 Jun 2022 06:07 WIB ·

Kasus DBD Mulai Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada


 caption : Kabid P2PL Lampura dr. Dian Mauli didampingi Kasinya Yusuf saat menunjukkan obat pengganti bubuk Abate untuk memberantas nyamuk DBD, Rabu(22/6).
Perbesar

caption : Kabid P2PL Lampura dr. Dian Mauli didampingi Kasinya Yusuf saat menunjukkan obat pengganti bubuk Abate untuk memberantas nyamuk DBD, Rabu(22/6).

KOTABUMI-Kasus Demam Berdarah Dengue(DBD) saat musim penghujan saat ini mengalami peningkatan.
Untuk itu seluruh Masyarakat Kabupaten Lampung Utara(Lampura) diminta untuk lebih waspada.
Nyamuk DBD dapat dicegah keberadaan bahkan penyebarannya jika Masyarakat menerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk(PSN) di rumahnya masing-masing.”Hingga saat ini sudah ada 55 kasus DBD. 55 orang ini mereka yang sudah dinyatakan memiliki laporan KDRS(Kewaspadaan Dini Rumah Sakit). Untuk itu kita minta Masyarakat lebih waspada, terapkan PSN dari rumah kit terlebih dahulu. Jika PSN sudah berjalan, Insyallah DBD tidak akan bersarang di pemukiman kita,”ujar Kabid P2PL Lampura dr. Dian Mauli didampingi Kasi Penyakit Menular Yusuf, Rabu (22/6).

Untuk menentukan seseorang Positif terjangkit DBD lanjut dr. Dian, harus memiliki surat keterangan dari dokter dan pemeriksaan trombosit dari Puskesmas.
Kemudian nanti setelah dinyatakan benar, Diskes Lampura akan menginformasikan kepada Puskesmas agar melakukan PE ke rumah Pasien.
Jika setelah dilakukan PE banyak ditemukan jentik nyamuk dan dilingkungan ada masyarakat yang mengalami keluhan yang sama maka akan dilakukan Fogging.
Namun jika saat PE tidak ditemukan jentik nyamuk DBD dan dilingkungan nya juga tidak ada maka tidak bisa dilakukan fogging.”Itu bisa saja terjadi, misalnya anak itu tinggal di Kotabumi, dia baru pergi ke tempat neneknya di Bandarlampung dan di sana dia digigit nyamuk DBD, nah ini penyebab tidak ditemukannya jentik nyamuk di rumah pasien. Kebanyakan kasusnya seperti ini,”kata dr. Dian.

Meski begitu masih dia, saat ada Masyarakat yang dinyatakan Positif DBD ia meminta kepada pihak Puskesmas untuk lebih tanggap dan merespon secara cepat keluhan Masyarakat itu.
Dari Dinkes Lampura menyiapkan obat jika ada Puskesmas yang mau melakukan Fogging.
Selain itu juga ada obat pengganti bubuk Abate untuk Masyarakat daerah Endemik seperti Kelurahan Gapura, Cempedak, Sribasuki, Rejosari dan Desa Madukoro.
Sejatinya dalam satu rumah itu ada juru Jumantik yang bisa melakukan pemantauan jentik nyamuk seperti air yang menggenang di Dispenser, Kulkas, Fas Bunga dan tempat lainnya di dalam rumah yang bisa digunakan untuk penampungan air setiap harinya.”Yang perlu kita awasi itu utamanya yakni seprti Dispenser, Kulkas dan fas bunga itu kan ada tempat airnya. Itu harus rutin di bersihkan, sehingga nyamuk tidak bersarang.
Setelah itu baru membersihkan tempat penampungan air yang ada di luar rumah,”pungkasnya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Air Sering Menggenang, Wabup Romli Tinjau Langsung Depan Telkom

5 Februari 2026 - 18:54 WIB

Busana Adat Lampung Bakal Dipakai Ketua PWI Lampung Saat HPN

5 Februari 2026 - 15:46 WIB

Mahmud Marhaba: Polri Jangan Salah Prosedur Tangani Sengketa Jurnalistik di Bangka Belitung

30 Januari 2026 - 09:44 WIB

Trending di Headline