KOTABUMI-Dinas Pertanian dan Peternakan(Distan) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) melakukan pemeriksaan Hewan Kurban selama hari Tasyrik.
Kepala Disnak Lampura Wahab melalui Kabid Peternakan Yudhi Bachtiar menjelaskan, Pemeriksaan Hewan kurban terus dilakukan selama hari Tasyrik.
Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan yang di kurbankan dalam keadaan sehat.”Tetap kita periksa, sebelum disembelih di Masjid-masjid hewan kurbannya.
Karena kan banyak belantik-belantik masuk pada H-1 Idul Adha, jadi sebelum di potong hewan kurbannya kita periksa terlebih dahulu,”ujar Yudhi, Rabu (13/7).
Hari Tasyrik sendiri lanjut Yudhi, di mulai pada Sabtu(9/7) hingga Rabu(13/7), karena ada sebagian Umat Islam yang merayakan hari raya Idul Adha pada tanggal 9.
Sejauh ini tidak ada laporan atau temuan di lapangan yang menunjukkan hewan Ruminansia yang di kurbankan terserang Penyakit Mulut dan Kuku(PMK).
Bahkan pihaknya langsung mengambil pemeriksaan Sempel hati untuk memastikan hati hewan kurban tersebut apakah mengandung Cacing atau tidak.”Dari hasil turun Alhamdulillah tidak ditemukan ada hewan kurban yang terkena PMK. Malah kita cek juga hati nya apakah mengandung cacing pita atau tidak,”paparnya.
Untuk Masyarakat terusnya, hendaknya tidak memfonis secara langsung hewan itu terserang PMK.
Memang ada informasi beberapa hewan Ruminansia yang dikurbankan mulutnya mengeluarkan busa.
Keluarnya Busa dari dalam mulut hewan itu bukan berarti terkena PMK, ada yang karena salah memberi makan, ada juga yang masuk angin.
Tetapi sejatinya memang jika hewan itu dalam kondisi sakit hendaknya tidak disembelih terlebih dahulu.
Masyarakat bisa memotongnya ketika hewan itu sudah sehat kondisinya.”Jangan langsung di fonis PMK, kalau mulutnya ke luar busa itu bisa saja karena faktor makanan, ada juga yang karena masuk angin. Jadi sebaiknya ditunda terlebih dahulu untuk memotongnya, bukan berarti tidak boleh di potong,”pungkasnya.(ria/rid)






