Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 26 Jul 2022 20:51 WIB ·

Gelar Rembuk, Percepatan Penurunan Stunting Dilakukan


 Foto Ria/ Radar Kotabumi  Caption : Plt. Kadiskes Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan saat mendampingi para Petinggi Kabupaten yang hadir dalam kegiatan Rembuk Stunting, Selasa (26/7). Perbesar

Foto Ria/ Radar Kotabumi Caption : Plt. Kadiskes Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan saat mendampingi para Petinggi Kabupaten yang hadir dalam kegiatan Rembuk Stunting, Selasa (26/7).

KOTABUMI-Dinas Kesehatan(Diskes) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menggelar kegiatan aksi ke tiga dari kegiatan percepatan penurunan Stunting.

Rembuk stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama sama antar OPD(Organisasi Perangkat Daerah) Penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dan masyarakat.

“Rembuk Stunting ini kita gelar semua Lintas sektor terkait tau tugas dan fungsinya masing-masing. Sehingga percepatan penurunan stunting di kabupaten Lampura dapat optimal dilaksanakan,”ujar Plt. Kadiskes Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan, Selasa (26/7).

Rembuk Stunting lanjut Maya, adalah dokumen hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi, deklarasi komitmen pemerintah Kabupaten Lampura dan komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi

Prevalensi Stunting yang menjadi masalah menurut WHO adalah yang nilainya 20 persen keatas.

Di Lampura Prevalensi Stunting berdasarkan SSGBI (Studi Status Gizi Balita Indonesia) Tahun 2020 adalah 26,26 persen, Tahun 2021 melalui Riset SSGI Prevalensi Stunting Menurun 6,4 persen menjadi 20,2 persen dan Pada Tahun 2024 Target Prevalensi Stunting adalah 14 persen.

Sejalan dengan hal tersebut, maka penanganan masalah gizi tidak hanya oleh pemerintah saja , namun perlu keterlibatan dan dukungan dari pemangku kepentingan lain seperti mitra pembangunan, LSM, perguruan tinggi, organisasi profesi dan organisasi kemasyarakatan sangatlah penting.

“Mari kita bergandeng tangan memperbaiki keadaan gizi anak indonesia.

Kami dari Dinas Kesehatan akan melakukan koordinasi seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab Lampura dalam perbaikan gizi masyarakat,”ajaknya.

Dirinya berharap pertemuan ini berjalan dengan baik dan memperoleh kesepakatan dalam percepatan penurunan stunting. Untuk menjadikan Generasi Kabupaten Lampura Bebas Stunting dan mari  tingkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif.

“Jika semua sudah terlaksana, insyaallah Stunting dapat kita tekan dan generasi sehat dan cerdas bisa kita ciptakan,”pungkasnya.(ria/rid)

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Air Sering Menggenang, Wabup Romli Tinjau Langsung Depan Telkom

5 Februari 2026 - 18:54 WIB

Busana Adat Lampung Bakal Dipakai Ketua PWI Lampung Saat HPN

5 Februari 2026 - 15:46 WIB

Mahmud Marhaba: Polri Jangan Salah Prosedur Tangani Sengketa Jurnalistik di Bangka Belitung

30 Januari 2026 - 09:44 WIB

Trending di Headline