Marhaban Ya Ramadhan
Oleh: Drs. Nozi Efialis M.Si
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Utara
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Kedatangan bulan suci Ramadan tentu didambakan oleh seluruh umat muslim di dunia.
Selama 30 hari di bulan ini, umat muslim akan menjalankan ibadah yang tak dilakukan di bulan biasanya. Utamanya ialah puasa, diikuti juga dengan ibadah sunah lainnya seperti tarawih dan i’tikaf. Puasa sendiri tidak hanya dimaknai dengan menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, ada begitu banyak hikmah puasa ramadan yang bisa dijadikan teladan dan pedoman hidup sehari-hari.
Kala menyambut Ramadan, sebagian ulama menganjurkan berdoa setiap saat agar bisa bertemu dengan bulan suci tersebut.
Doa yang dipanjatkan ialah “Allahumma barik lanaa fi rajaba wa sya’ban wa ballighnaa ramadhan.
“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Sya’ban, hingga kami bisa sampai pada bulan ramadhan”.
Umur yang paling berkah adalah umur yang bertemu dengan bulan Ramadan yang terisi dengan penuh ibadah kepada Allah SWT.
Keutamaan puasa diantaranya meraih balasan langsung dari Allah SWT, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda “Allah ‘Azzawajalla berfirman dalam hadis qudsi: “Semua amal perbuatan anak Adam (yakni manusia) itu adalah untuknya, melainkan berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasan dengannya.”
Puasa adalah sebagai perisai (dari kemaksiatan serta dari neraka).
Maka dari itu, apabila pada hari seseorang diantara engkau semua itu berpuasa, janganlah ia bercakap-cakap yang kotor dan jangan pula bertengkar. Apabila ia dimaki-maki oleh seorang atau dilawan dengan bermusuhan, maka hendaklah ia berkata: “Sesungguhnya saya adalah orang yang sedang berpuasa.”
Keutamaan puasa lainnya adalah dijauhkan dari neraka. Dari Abu Said RA: “Rasulullah SAW bersabda: “Tiada seorang hambapun yang berpuasa sehari dengan niat fisabilillah (yakni semata-mata menuju kepada ketaatan kepada Allah), melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya (yakni dirinya) karena puasanya tadi, sejauh perjalanan tujuh puluh tahun dari neraka”.
Selain dijauhkan dari neraka, keutamaan puasa juga akan membawa seorang mukmin untuk masuk surga melalui pintu Rayyan. Sebagaimana diriwayatkan Sahl bin Sa’ad RA, Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga itu ada sebuah pintu yang disebut pintu Rayyan. Artinya: puas dan kenyang minum.
Dari pintu ini masuklah semua orang yang berpuasa besok pada hari kiamat.
Tidak ada seorang yang selain orang-orang yang berpuasa itu yang dapat masuk dari pintu itu. Dikatakanlah: “Manakah orang-orang yang berpuasa?” Mereka itu lalu berdiri, lalu tidak seorangpun yang dapat masuk dari pintu Rayyan tadi selain orang-orang yang berpuasa.
Jika mereka telah masuk seluruhnya, lalu pintu itupun ditutup, sehingga tidak seorangpun lagi yang dapat memasukinya”.
Masha Allah, keutamaan puasa sebagaimana janji Allah SWT kepada hambanya begitu besar.
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatu.






