Oleh : M Rozi Ardiansyah, S.Sos
(Ketua PWI Lampung Utara)
AssalamualaikumWr.Wb….
Bulan penuh rahmat yakni bulan Ramadhan, dimana Allah SWT telah menjanjikan keberkahan kepada mereka yang beribadah dan di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karenanya, umat muslim di seluruh dunia tidak akan melewatkan momen terbaik di bulan Ramadhan dengan beribadah secara maksimal demi mendapat ridho Allah SWT.
Setiap muslim berusaha untuk menjalankan ibadah berpuasa, dan diberi kesempatan untuk beribadah lainnya, seperti shalat tarawih, tadarus, dan bersedekah.
Banyak profesi yang kita geluti harus tetap mengingat dan beribadah kepada Allah SWT. Seperti pesepakbola, supir, ojek online, dan pekerja fisik lainnya yang tetap berusaha menjalankan ibadah di manapun berada.
Untuk para jurnalis khususnya yang tergabung dalam PWI Lampung Utara, saya berpesan itu merupakan salah satu profesi mulia yang membutuhkan kerja pikiran dan juga kerja fisik.
Dalam mencari informasi yang sesuai fakta, maka jurnalis dituntut untuk mencari kebenaran ke sumbernya. Kewajiban jurnalis dalam menyajikan berita yang faktual dan aktual kepada masyarakat, terkadang memiliki konsekuensi pada banyaknya waktu digunakan untuk mencari informasi.
Jurnalis muslim, dihadapkan pada tersitanya waktu untuk pekerjaan dibandingkan dengan beribadah. Namun Ibadah bagi jurnalis bisa dalam bentuk berbeda.
Di era internet dan media sosial, informasi dapat dengan mudah diakses, namun juga dapat dengan mudah dipalsukan. Kewajiban bagi jurnalis untuk mengecek fakta dan ikut mencerdaskan masyarakat melalui informasi berkualitas.
“Jadi di bulan Ramadhan ini, jurnalis atau wartawan dituntut untuk menampilkan data, dan fakta. Kemudian, menganalisis dan memecahkan permasalahan guna disampaikan kepada Masyarakat, agar informasi yang diterima dapat akurat dan jauh dari nilai – nilai fitnah”.
Wassalamualaikum Wr. Wb…..






