ABUNG SELATAN – Hujan deras disertai angin kencang terjadi pada Kamis(6/4) malam. Mengakibatkan rumah milik warga Dusun Tanjung Asri, Desa Kembang Tanjung, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara(Lampura) luluh lantak dan rata dengan tanah. Rumah ambruk itu nyaris mengubur ibu dan anak balitanya yang baru berusia 10 bulan yang terjebak dalam rumah itu saat kejadian.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Lampura, Nozi Efialis, bencana terpaan angin kencang sudah tiga kali terjadi dan menimpa rumah warga di Kecamatan Abung Selatan dalam kurun tahun 2023.
“Sudah. Personil kita sudah turun ke lokasi untuk mengecek kondisi rumah sekaligus memberikan bantuan logistik. Tidak hanya kita, Pak Asisten III, Hi Sofyan, juga ikut turun dan menyerahkan bantuan secara langsung ke korban,”jelas Nozi Efialis, Minggu 9 April 2023.
Selain memberikan bantuan, lanjut Nozi, pihaknya juga melakukan pendataan tingkat kerusakan untuk mengetahui jumlah kerugian yang dialami korban. Untuk kemudian dilaporkan ke Pemkab Lampura untuk dijadi pertimbangan penerima bantuan sosial.
“Insya Allah kita ajukan agar yang bersangkutan mendapat bantuan pasca Bencana dari Pemkab Lampura. Karena Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati selalu perduli dengan masyarakatnya,”ucap dia.
Sementara itu Asisten III Pemkab Lampura Hi Sofyan yang turun ke lokasi kejadian mengatakan, dirinya mendapatkan informasi dari Camat Abung Selatan kemudian dirinya diperintahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati untuk meninjau lokasi tersebut.
“Kita dari Pemerintah daerah cukup prihatin atas kejadian yang menipah korban rumah roboh dan rata dengan tanah di Desa Kembang Tanjung ini. Saat ini korban sedang menjalani pengobatan dan perawatan di rumah sakit terdekat,”paparnya.
Diketahui, satu unit rumah milik Aryadi warga Dusun Tanjung Asri, Desa Kembang Tanjung, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara(Lampura) rata dengan tanah akibat hujan deras dan sapuan angin kencang sekitar pukul 21.00 WIB, Kamis 6 April 2023.
Nahasnya, Tri Martini(istri Aryadi,Red) bersama anak balitanya yang baru berusia 10 bulan nyaris terkubur akibat tertimpa reruntuhan rumah berdinding geribik saat peristiwa itu terjadi.
“Bersyukur kedua ibu dan anak itu berhasil selamat. Rumah itu diketahui milik Aryadi,”ujar Jahidin Ketua RT Setempat.
Dia menjelaskan, saat peristiwa terjadi, Aryadi sedang ke warung tak jauh dari kediaman mereka. Sedangkan, Tri Martini bersama anaknya anaknya berlindung di dalam rumah, karena suasana hujan deras disertai angin kencang.
“Kemudian terdengar suara bergemuruh dari arah rumah Aryadi. Merasa penasaran saya keluar rumah guna memastikan apa yang terjadi. (Saat itu, Red) Saya melihat rumah Aryadi sudah ambruk rata dengan tanah. Dan warga lainnya langsung berdatangan ke lokasi(untuk membantu, Red),” terang Jahidin.
Dikatakan, Tri Martini bersama anaknya berhasil menyelamatkan diri dangan cara berlindung di bawah kursi yang ada dalam rumah yang ambruk tersebut.
” Kemudian warga yang datang langsung menolong ibu dan anak tersebut, dan Alhamdulillah kedua korban tidak mengalami luka berat, hanya saja mengalami memar di kepala dan hidung ibunya,” terangnya.(ria/rid)






