KOTABUMI-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menggelar Bimbingan Tekhnis(Bimtek) Membaca Nyaring untuk Guru, Pustakawan, Penggiat Literasi dan Orang Tua.
Kegiatan yang dilaksanakan di Taman Olah Seni(TOS) Kotabumi itu dilaksanakan selama dua hari yakni mulai tanggal 24 November dan 25 November 2025.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampura Sri Mulyana menjelaskan,
Pelaksanaan Bimtek Membaca Nyaring bertujuan untuk memberikan penguatan kepada orang tua, guru, pegiat literasi, dan masyarakat dalam pembinaan serta peningkatan budaya baca dan literasi.
Kemudian mengenalkan kembali budaya membaca melalui pendekatan membaca nyaring yang dapat diterapkan di keluarga, satuan pendidikan, dan komunitas.
Membantu anak menjadi pembaca dan pemikir yang mahir, serta mendorong kemampuan mendengar secara aktif dan memproses teks serta kosakata yang lebih menantang.
Menjadikan peserta sebagai jembatan edukasi Gerakan Literasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak usia dini, dalam rangka menciptakan generasi emas yang cerdas, kritis, dan kreatif.”Bimtek ini diikuti 200 peserta yang terbagi dalam dua kelas, Guru 40 orang, Pustakawan dan Literasi 60 orang di hari pertama.
Kemudian di hari ke dua yakni 100 orang Tua,”jelas Sri Mulyana, Senin(24/11).
Selain mendapatkan ilmu lanjut Sri Mulyana, peserta juga mendapatkan Sertifikat, Tas, Mouse, Flashdisk, Buku Cerita, Alat Tulis, Kaos, dan Uang Transportasi senilai Rp150.000 sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan partisipasi dan manfaat kegiatan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Perpustakaan sebagai upaya memperkenalkan perpustakaan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan minat baca di Kabupaten Lampung Utara.”Narasumber Bimtek Membaca Nyaring terdiri dari
Praktisi Literasi dari Bandarlampung Dra. Nellawatty Ningsih, MM dan
Founder Read Aloud Irma Puspitasari,”paparnya.
Ditempat yang sama Bupati Lampura Hamartoni Ahadis saat membuka Bimtek menyatakan, anak-anak diwajibkan untuk tau membaca.
Membaca buku secara langsung manfaatnya lebih besar dibandingkan membaca melalui digitalisasi.
Banyak penelitian dunia menunjukkan
bahwa membaca nyaring dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan memahami konsep, dapat memperkuat hubungan emosional antara pendidik atau orang tua dan anak, dapat menggugah rasa ingin tahu, dan dapat membentuk imajinasi dan kreativitas.
Sperta dapat menjadi dasar untuk kemampuan berpikir kritis.
Bagi Guru, membaca nyaring dapat menjadi pintu masuk untuk menciptakan suasana belajar yang hidup, menyenangkan, dan bermakna.
Guru yang mampu membaca nyaring dengan baik ibarat membuka pintu dunia bagi muridmuridnya.
Bagi Pustakawan, Perpustakaan
akan menjadi tempat yang bukan sekadar tempat penyimpanan buku, tetapi menjadi pusat budaya baca.
Pustakawan yang kreatif dapat membuat
perpustakaan menjadi ruang yang dicintai anakanak, ruang untuk bermimpi dan tumbuh.
Bagi Pegiat Literasi dan Komunitas, dapat
menjadi energi penggerak yang membuat literasi hidup hingga pelosok. Kegiatan membaca keliling, pojok baca desa, kelas cerita, merupakan kontribusi besar untuk pemerataan akses literasi.”Dan bagi Orangtua, peran anda tentu tidak
bisa digantikan. Kebiasaan membaca 10 sampai dengan 15 menit sehari kepada anak, meskipun sederhana, akan memiliki pengaruh luar biasa terhadap perkembangan otak dan karakter anak,”tuturnya.
Sementara itu Bunda Literasi Lampura drg. Meri Farida Hamartoni mengatakan, membaca nyaring tentu bukan hanya
tentang teknik membaca, tetapi jembatan emosi antara pembaca dan pendengar. Ketika guru membaca nyaring dengan ekspresif, ketika pustakawan menghadirkan cerita dengan penuh
kehangatan, ketika orang tua membacakan buku sebelum anak tidur.
Di situlah lahir ikatan rasa aman dan stimulasi bahasa yang luar biasa.”Karena itu, saya berharap dua hari pelaksanaan Bimtek ini dapat dimanfaatkan
sebaik-baiknya. Jadikan pelatihan ini sebagai bekal untuk menggerakkan ekosistem literasi di sekolah, perpustakaan, komunitas, bahkan di rumah,”pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lampura Ir. Hamartoni Ahadis bersama Bunda Literasi drg. Meri Farida Hamartoni, Ketua I PKK Lampura Bety Viviyanti dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah(OPD).
Buku Adalah Guru terbaik dan Generasi Muda adalah Generasi Emas.(ria)






