KOTABUMI-Setelah dilepas Bupati Lampung Utara (Lampura) Hamartoni Ahadis pada tanggal 3 Mei 2026 lalu, saat ini Jamaah Haji asal Bumi Ragem Tunas Lampung sedang menjalani Rangkaian Ibadah Haji di Kota Madinah.
Kepala Bagian Kesejahteraan rakyat (Kesra) Lampura Destri Emilda menjelaskan, saat ini para Jamaah Haji dari Kabupaten Lampura sedang berada di Madinah dan tengah fokus menjalankan Ibadah Arbain(Solat Wajib 40 Waktu tanpa Putus) di Masjid Nabawi.
Saat ini kondisi kesehatan Jamaah Haji masih terpantau hanya mengalami sakit ringan.”Kalau yang sakit pasti ada, hanya sakit ringan seperti mengalami Flu dan Batuk.
Ada juga yang memang sakit bawaan, tapi tidak sampai di Rawat di Rumah Sakit.
Alhamdulillah masih bisa ditangani petugas medis dari kita, jadi mana yang sakit segera di tangani,”jelas Destri Emilda, Senin(12/5).
Sehari sebelumnya lanjut Destri, Jamaah haji Kloter JKG 15, antri masuk Raudhah melalui tasreh khusus jamaah laki-laki.
Selain menjalan kan Solat 5 Waktu Jamaah Haji juga melangsungkan City Tour atau Ziarah.”Mereka juga melangsungkan Ziarah dan menjalankan rangkaian proses ibadah haji lainnya,”papar dia.
Terpisah Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lampura Agung menyatakan,
Tim medis kloter terus melakukan pemantauan intensif secara mandiri. Tercatat ada Empat Jamaah Haji (JH) sedang dalam observasi rutin di kamar hotel dan Dua Jamaah Haji dirawat di Hotel Plaza Inn Uhud karena mengalami keluhan abses dan retensi urine. Selain itu 1 Jemaah Haji berada di Hotel Wardah Al-Sa’adah dalam masa pemulihan pasca-gejala hipoglikemi.”Petugas kami memastikan penanganan di tingkat hotel dilakukan secara optimal agar jemaah bisa segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas ibadah,”ujarnya.
Selain ibadah wajib, lanjut Agung, kegiatan city tour atau ziarah di sekitar kota Madinah telah terlaksana dengan baik. Kini, fokus petugas adalah memfasilitasi jemaah untuk dapat beribadah di Raudhah.”Hingga saat ini, para jamaah secara berangsur-angsur mulai masuk ke Raudhah menggunakan aplikasi Nusuk. Di saat yang sama, pihak petugas kloter juga tengah menunggu jadwal Tasreh khusus (surat izin) dari Seksi Khusus (Seksus) Madinah yang diperuntukkan bagi jemaah lansia dan kelompok risiko tinggi (risti),”pungkasnya.(ria)






