KOTABUMI — Pasca hujan yang turun dalam beberapa hari belakangan. Sebanyak tiga Kecamatan di wilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terkena imbasnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mencatat setidaknya sekitar 110 rumah sempat mengalami kebanjiran akibat intensitas hujan yang masih sering berlangsung.
“Tim TRC masih terus melakukan pemantauan. Sekaligus melakukan pendataan rumah-rumah milik warga di daerah yang terdampak,” ujar Kabid Darlog Meri Edialis mewakili Karim SR, Kepala BPBD Lampura Selasa, (14/4).
Menurutnya, berdasar data tim TRC jumlah tersebut tersebar di tiga titik lokasi kecamatan yang berbeda. Adapun tiga Kecamatan dimaksud yakni Kecamatan Kotabumi, Kotabumi Selatan, serta Abung Timur.
Lebih lanjut dikatakan, untuk sementara jumlah terbanyak rumah yang terkena imbas akibat luapan air terdapat di Kecamatan Kotabumi Selatan, yakni sebanyak 77 unit rumah.
“Sementara wilayah Abung Timur kurang lebih ada sekitar empat rumah. Untuk Kecamatan Kotabumi jumlahnya sebanyak 34 unit. Itu data sampai hari ini,” jelasnya.
Selain melakukan pendataan dan patroli pemantauan, tindakan yang diambil oleh BPBD yakni turut serta membantu mengevakuasi sejumlah perabotan milik warga terdampak. Sementara untuk kesiapsiagaan, pihaknya telah menyiapkan tim TRC yang senantiasa siaga dalam waktu 1 X 24 jam. Langkah itu diambil guna mengantisipasi potensi terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan.
Menurutnya, sebagai badan penanggulangan bencana, pihaknya hanya melakukan pendataan dan evakuasi pasca terjadinya musibah. Sementara untuk tindak lanjut, tetap berkoordinasi dengan sejumlah intansi terkait.
“Tugas utama BPBD salah satunya adalah evakuasisaat ada bencana. Apapun bentuknya, tidak hanya banjir. Bisa juga longsor atau bencana alam lainnya,” kata dia.
Terpisah, Lihin, warga rawa karya kelurahan Kota Alam mengatakan, meskipun saat ini volume air sedikit mengalami penurunan, Ia dan warga lain tetap waspada terhadap potensi kemungkinan naiknya debit air. Bukan tanpa alasan hal itu diutarakannya, pasalnya daerah tempat ia tinggal merupakan salah satu kawasan yang kerap menjadi langganan banjir ditiap tahunnya.
“Khawatir pastilah. Namanya kita tinggal di daerah yang jadi langganan banjir. Kalau kemarin apalagi sempat panik juga bang,” tukasnya.(ano/fer/her)






