KOTABUMI—Jaringan Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET), yang melintasi di RT 3/LK 10, Dusun Tulungbungur, Kelurahan Kotabumi Udik, Lampung Utara (Lampura) nyaris makan korban. Dua keluarga yang rumahnya berdekatan dengan tower jaringan tersebut mengaku terkena sengatan listrik saat kakinya menyentuh lantai rumah. Peristiwa itu terjadi selama dua malam berturut-turut saat terjadi hujan disertai petir Minggu (12/4) malam dan Senin (13/4) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Caption foto : Inilah kediaman wati yang dilintasi jaringan SUTET.
Wati (20), salah seorang warga yang mengalami kejadian tersebut menuturkan,
malam itu hujan disertai petir berlangsung cukup mencekam. Ia suami dan anaknya yang berada diruang tengah, merasa sedikit ketakutan. Ketakutan itu berubah menjadi sebuah kepanikan lantaran tiba-tiba mereka merasakan tersengat aliran listrik dari lantai yang dipijaknya.
“Saya dan suami kesetrum di bagian kaki tadi malam,” terang Wati, di kediamannya, Selasa (14/4).
Lantaran merasakan adanya sengatan listrik, ia yang tengah menggendong anaknya bersama Slamet Riyadi suaminya spontan melompat ke atas ranjang. Saat itulah aliran listrik tidak lagi dirasakan oleh mereka.
“Selain kami, tetangga sebelah juga merasakannya. Saking takutnya, anak tetangga berteriak – teriak,” tutur dia.
Ia berharap, pihak PT. PLN segera menindaklanjuti keluhan mereka karena kejadian ini sangat membuatnya dan tetangganya tidak nyaman. Apalagi, kejadian ini kerap kali terulang saat turunnya petir.
“Kejadian ini sudah sering kali terjadi, tapi kami mau ngungsi ke mana. Mohon pak PT.PLN merespon keluhan kami sesegera mungkin,” pintanya.
Di tempat sama, Sobri, tetangga depan korban membenarkan kejadian tersebut. Kejadian yang menimpa kedua tetangganya itu diketahuinya pada pagi ini.
“Kami tahu adanya sengatan listrik yang menimpa keluarga Wati dan keluarga Wanto pada pagi ini. Wati sendiri yang cerita soal ini,” kata dia.
Sayangnya Kepala Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Tanjung Karang, Unit Layanan Transmisi dan Gardu (ULTG) Kotabumi, Rio Ronald tidak dapat dimintakan konfirmasinya. Ketika Radar Kotabumi mendatangi kantor tersebut, Rio sedang tidak berada ditempat. Salah seorang pegawai yang mengaku bernama Aston menuturkan jika pimpinannya (Rio Ronald-red) tidak berada dikantor. “Beliau sedang keluar pak,” ujarnya. Ketika dimintakan nomor kontak pimpinannya itu, Aston mengatakan tidak berani memberinya. “Waduh pak saya tidak berani memberi nomor ponselnya,” pungkasnya. (ndo/her)






