KOTABUMI — Hujan yang turun semalam, membuat banjir yang terjadi di beberapa Kecamatan di wilayah Lampung Utara (Lampura) semakin meluas. Ratusan rumah milik warga dibeberapa titik lokasi ikut terendam. Tak hanya itu, pantauan di lapangan sejumlah ruas jalan penghubung terlihat ikut terggenang air. Setidaknya 170 unit rumah milik warga yang terendam. Jumlah berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten setempat.
“Hari ini ada penambahan lima rumah warga di Rawa Karya, Kelurahan Kota Alam. Dari sebelumnya yang hanya berjumlah 38 unit rumah. Untuk sementara total sudah ratusan rumah terkena dampaknya. Kita masih terus berkoordinasi guna melakukan pendataan,” ujar Meri Edialis, Kabid Darlog, mewakili Karim SR kepala BPBD Lampura kepada Radar Kotabumi Kamis (16/4).
Menurutnya, beberapa wilayah terdampak belum banyak mengalami perubahan dari data sebelumnya. Beberapa wilayah itu meliputi Kecamatan Kotabumi, Kotabumi Selatan serta Abung Timur. Berdasar data yang berhasil dihimpun oleh tim TRC BPBD, hingga Kamis siang jumlah rumah yang terdampak banjir masih didominasi wilayah Kecamatan Kotabumi Selatan, yakni sebanyak 83 rumah. Sementara Meri menuturkan, untuk kecamatan Abung Timur tercatat ada sebanyak 53 rumah dan Kecamatan Kotabumi untuk data sementara berjumlah 34.
“Sebab anggota kita masih terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan, untuk terus melakukan pendataan. Jadi sementara itu data yang bisa kami sampaikan,” ucapnya.
Tak sebatas melakukan pendataan, tindakan yang diambil oleh BPBD yakni turut serta membantu mengevakuasi sejumlah perabotan milik warga terdampak. Sementara untuk kesiapsiagaan, pihaknya telah menyiapkan tim TRC yang senantiasa siaga dalam waktu 1 X 24 jam untuk melakukan patroli pemantauan. Sebagai badan penanggulangan bencana, yang memang memiliki tugas utama yakni melakukan pendataan dan evakuasi pasca terjadinya musibah.
Kendati begitu, koordinasi dengan instansi terkait lainnya tetap dilakukan untuk menjalankan langkah selanjutnya.
“Bentuk tanggung jawab kami diantara ya evakuasi. Tentunya dengan kerjasama dengan pihak lain. Itu diambil guna mengantisipasi potensi terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan,” terangnya.
Terpisah, Nurasikin ketua RT 5 LK 3 Raya Karya, kelurahan Kota Alam menuturkan, banjir yang dirasakan oleh ia dan warga lainnya telah berlangsung lebih dari tiga hari lalu. Namun debit sungai mencapai puncaknya yakni tepatnya semalam. Alhasil jumlah rumah warga yang ikut tekena luapan air sungai menjadi bertambah. Selain itu, ia mengungkapkan, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berlangsung bila tingkat curah hujan masih tinggi. Sebab kecenderungan turunnya hujan yakni diwaktu sore dan malam.
“Apalagi kalau di daerah atas ikut hujan. Kami disini pasti ikut kebanjiran. Sementara ini barang-barang kami ungsikan ke rumah tetangga yang tidak kebanjiran,” keluhnya.
Diketahui curah hujan di wilayah Lampura masih cenderung tinggi. Bahkan berdasar data BMKG intensitas curah hujan masih akan terus berlangsung beberapa hari kedepan. (ano/fer/her)

Banjir di Lampura Semakin Meluas 




