KOTABUMI–Kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid 19) di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), memang belum masuk katagori mengkhawatirkan. Dari data resmi yang dirillis website resmi covid.lampungutarakab.go.id pada Minggu (19/4) menunjukan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 101. Dimana dari jumlah itu 95 orang diantaranya telah selesai pemantauan selama 14 hari.
Sisanya sebanyak 6 orang, masih dalam proses pemantauan. Untuk Orang Tanpa gejala (OTG) tercatat sebanyak 17 orang yang 5 orang diantaranya telah selesai pemantauan. Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 2 orang yang keduanya meninggal dunia. Lalu kasus terkonfirmasi posistif covid 19 sebanyak 2 orang yang kini tengah dalam perawatan.

Sanny Lumi Kepala sekretariat Posko Terpadu Covid-19 Lampung Utara
Meski demikian, Pemerintah setempat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan covid 19, terus bekerja keras. Mulai dari mempersiapkan ketersediaan anggaran, Ruang karantina, fasilitas medis beserta Alat Pelindung Diri (APD) dan sejumlah kegiatan lain. Termasuk terus mensosialisasikan psychal distancing, dirumah saja dan penggunaan masker. Terkini yang dilakukan adalah mempersiapkan sebanyak 2214 tenaga medis.
Kepala sekretariat Posko Terpadu Covid-19 Lampung Utara Sanny Lumi menjelaskan, sebanyak 2214 orang tenaga medis itu tersebar di 27 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan beberapa rumah sakit rujukan. Selain itu juga ada satu dokter spesialis paru dan lima orang dokter spesialis penyakit dalam.
Kesiapan tenaga medis ini terkait dengan kemungkinan terus bertambahnya pendatang menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari raya Idul Fitri. Sementara saat ini saja tercatat sudah 7119 orang pendatang yang tiba di Lampura.(fer/her)
Selengkapnya, baca edisi cetak 20 April 2020






