KOTABUMI –Proyek puluhan Meliar Rehabilitasi Bendungan Way Tulung Mas Desa Cempaka Barat, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara(Lampura), terkesan siluman.
Pasalnya, bangunan yang mulai pengerjaannya itu, sampai saat ini tidak meliliki plang papan nama informasi pekerjaan. Padahal dilapangan telah ada beberapa alat berat dan kendaraan besar beraktivitas diwilayah itu.
Alat berat seperti Eksavator dan belasan truk serta puluhan perkerja itu tengah menurunkan
material dan barang-barang guna kebutuhan proyek siluman tersebut.
Selain itu, di sepanjang aliran irigasi Way Tulung Mas dan jalan irigasi juga telah dibersihkan oleh alat berat tersebut.
Sementara, dalam laman resmi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), pekerjaan kontruksi tersebut dengan pagu sebesar Rp34,10 miliar adalah peningkatan daerah irigasi Way (sungai) Tulungmas BTM.0-BTM.6. Yang dimulai sejak 2019 lalu.
Namun fakta dilapangan, seperti tidak ada karena tidak diberi papan informasi mengenai pekerjaan. Sehingga diragukan pelaksanaannya kedepan, karena terkesan sembunyi-sembunyi.
Yudi, yang mengaku sebagai Pengawas Lapangan ketika dijumpai Radar Lampung mengatakan, proyek ini hanya perbaikan tambal sulam saluran irigasi yang bocor dan tidak layak lagi.
“Ini baru menaruh material saja dan membersihkan beberapa titik jalur saluran irigasi yang rusak Bang, jadi pekerjaannya belum itu. Kalau untuk lengkapnya saya gak tau persis, karena pelaksananya tidak berada dilokasi, “kata Yudi.
Terpisah, Kepala Desa Cempakbarat, Kecamatan Sungkai Jaya, Darwansyah mengatakan, pelaksana pengerjaan sebelumnya telah sempat mampir ke kediamannya yang berada tak jauh dari lokasi.
Menurut keterangan diterima pengerjaan baru akan dilaksanakan saat lebaran usai atau musim kemarau tiba. “Mereka (pelaksana lapangan, Red) pernah datang bertandang kesini, minta izin masuk karena ada pengerjaan itu. Ya saya bilang silahkan, tapi tadi jangan main-main karena ini adalah aspirasi masyarakat. Khususnya yang berprofesi sebagai petani, “tambahnya.
Menurutnya, kegiatan itu terealisasi berkat dorongan kuat dari masyarakat, tepatnya sebelum ia menjabat Kades. Oleh karena itu, Darwansyah berharap pekerjaan dapat dilakukan dengan baik. Sebab, itu dilaksanakan oleh pemerintah melalui uang rakyat.
“Harapan masyarakat sama, ini harus baik. Jangan sampai ada bahasa sumbang diluaran sana, sebab dapat berimbas pada desa kami. Dan pengajuan sendiri sudah sejak lama, tepat satu-dua tahu lalu. Kami langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Mesuji-Sekampung di Bandar Lampung, alhamdulilalh perjuangan ini tidak sia-sia, “tegasnya.
Selama ini, lanjutnya, apa yang dilaksanakan dibangun tersebut tidak memberikan dampak berarti bagi penduduknya. Sebab telah mengalami kerusakan dimana-mana. Sehingga masyarakat berharap dengan ada peningkatan tersebut dapat memberikan imbas, khususnya peningkatan perekonomian bagi para petani.
“Yang selama ini usaha di bidang pertanian, misal padi disawah bisa berkembang. Demikian juga dengan minat masyarakat dibidang perikanan, tidak menutup kemuningkinan dapat dikembangkan, “ujarnya.
Sementara, Andy (45) salah seorang warga disana mengeluhkan pengerjaan proyek yang tidak disertai papan informasi.
Padahal fakta dilapangan telah dilakukan pekerjaan, meski hanya menaruh material dan pembersihan jalur irigasi tersebut.
Sehingga menimbulkan banyak pertanyaan, akankah kedepannya itu dapat dilaksanakan secara baik dengan biaya pemerintah tak sedikit.
“Ya kami bertanya-tanya saja, kalau begini bagaimana akan baik. Toh, seperti tidak ada apa-apa, padahal dilapangan mereka (rekanan) telah bekerja dilapangan, “ujarnya.
Pihaknya juga berharap, agar pelaksananya dapat memperkerjakan warga di sekitar Bendungan Way Tulung Mas ini.
“Kami minta sebagian besar perkerjanya di ambil dari warga di sini. Sehingga kami dapat di libatkan untuk itu,” kata dia.
Disisi lain, Kepala Sub UPB Way Rarem, Provinsi Lampung, Irianto ketika dikonfirmasi mengaku, tidak mengetahui adanya kegiatan proyek berada di saluran irigasi bendungan Tulung Mas, desa Cempaka Barat Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampura.
“Kalau kegiatan proyek itu, terus terang saya baru dengar. Sebab, ranah itu (proyek irigasi, Red) bukan ranah saya. Saya hanya ngebidangi pemeliharaan bendungan Wayrarem saja,” kata Irianto, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, tadi malam, sekitar pukul 18.45 WIB, Minggu (19/4).
Irianto mengarahkan, kepada wartawan ini agar berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung yang beralamat di Garuntang Bandar Lampung.
“Langsung saja konfirmasi ke sana (BBWS) sebab, di sana yang lebih berkopeten menjawab seputar proyek irigasi tersebut,” kata dia. (ozy/rnn).






