SUNGKAI JAYA — Miris, UPTD Puskesmas Cempaka, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) diduga telah mengabaikan salah seorang warga yang terindikasi terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Adanya dugaan warga kecamatan Sungkai Jaya yang diketahui berinisial N (50) terindikasi terpapar Covid-19 tersebut dikuatkan dari hasil Rapid Tes yang dilakukan oleh pihak UPTD Puskesmas Cempaka pada Sabtu (9/5) lalu dengan hasil Rapid Tes yang menunjukkan hasil reaktif/positif.
Menurut Salamun yang merupakan salah satu Kepala Desa yang ada di Kecamatan Sungkai Jaya kepada wartawan media ini saat di jumpai di tempat kerjanya menjelaskan bahwa, pengabaian yang dilakukan oleh pihak UPTD Puskesmas Cempaka yang dimaksud seperti, pihak Puskesmas tidak pernah melakukan pengecekan medis terhadap warganya yang dinyatakan positif dari hasil Rapid Tes tersebut.
Parahnya lagi, pihak UPTD Puskesmas rencananya hari ini (Senin 9/5) meminta anak dan istri N (warga yang terindikasi terpapar Covid-19,red) untuk datang ke Puskesmas guna melakukan pengecekan kesehatan.
“Seharusnya pihak Puskesmas langsung jemput bola dong, untuk melakukan pemeriksaan medis baik terhadap N maupun keluarganya, jangan asal main suruh untuk datang ke Puskesmas. Sebab, baik N maupun anak dan istrinya, saat ini sedang melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari di kediamannya, setelah diketahui hasil Rapid Tes N menunjukkan hasil reaktif/positif,” jelasnya Senin (11/5) sekira pukul 11.30 WIB.
Saat disinggung mengenai langkah apa yang dilakukan pihak Desa setelah mengetahui hasil Rapid Tes N yang menunjukkan hasil reaktif/positif tersebut, Salamun menjelaskan, untuk langkah yang dilakukan oleh pihak Desa yaitu, meminta kepada N istri dan anaknya untuk segera melakukan isolasi secara mandiri. Tidak hanya itu selama yang bersangkutan sedang melakukan isolasi mandiri, pihak Desa turut membantu untuk mencukupi kebutuhan keluarga tersebut.
“Untuk diketahui, N adalah salah satu rombongan jama’ah Gowa Sulawesi Selatan, yang tiba sekitar dua bulan lalu dari Provinsi Bengkulu,” katanya.
Dilanjutkannya, Ia berharap kepada pihak UPTD Puskesmas Cempaka untuk sigap dalam penanganan wabah tersebut, pihak Puskesmas juga harus segera jemput bola untuk melakukan pemeriksaan secara medis terhadap N istri dan anaknya, serta masyarakat lainnya.
Selain itu dirinya juga berharap kepada PLT Bupati dan Tim Gugus Tugas Kabupaten Lampura, agar melakukan Rapid Tes kepada seluruh masyarakat di Desa setempat, jika nantinya hasil tes Swab N menunjukkan hasil yang positif.
“Saat ini pihak Desa dan keluarga N sedang menunggu hasil Swab dari Palembang. Seandainya hasil Swab itu nanti menunjukkan hasil yang positif, saya meminta kepada PLT Bupati dan Tim Gugus Tugas untuk melakukan Rapid Tes kepada seluruh masyarakat yang ada di Desa setempat. Mengingat semenjak pulang dari Bengkulu N telah melakukan interaksi kepada masyarakat Desa setempat, selama dua bulan lamanya,” jelasnya.
Sayangnya, Dr Kholip selaku Kepala Puskesmas (Kapus) Cempaka saat di jumpai di Puskesmas setempat guna melakukan konfirmasi kepada dirinya, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Wartawan media ini hanya bertemu dengan sejumlah perawat yang bertugas di Puskesmas tersebut. Tidak berhenti disitu wartawan media ini juga berusaha untuk meminta nomor ponsel Dr. Kholif namun sejumlah perawat tersebut enggan untuk memberikan nomor ponsel Dr. Kholif.
“Kapusnya sudah pulang Mas, kalau nomor telepon, saya gak berani ngasihnya, takut kena marah Kapus Mas,” jelas wanita dengan lesung pipi yang menawan tersebut.
Disisi lain, Wartoni selaku Camat Sungkai Jaya, saat ditemui diruang kerjanya mengaku bahwa peristiwa tersebut hanyalah sebatas Mis Komunikasi saja, antara pihak Desa dan Puskesmas, dan kini persolan tersebut telah selesai.
“Itu hanya terjadi Mis Komunikasi saja antara pihak Desa dan Puskesmas. Sudah tidak ada persoalan lagi, sudah selesai semuanya. Dan Selasa besok (12/5) rencananya tim gugus tugas Kecamatan akan turun langsung ke Desa setempat,” terangnya. (fer/her)






