KOTABUMI — Kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Lampung Utara (Lampura), dipertanyakan. Utamanya dalam hal penetapan status terkonfirmasi positif hasil pemeriksaan test swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Sebab hasil swab dimaksud tidak pernah diketahui pasien maupun keluarganya.
GugusTugas tidak pernah menunjukkan bukti hasil swab pasien yang dinyatakan positif atau negatif terinfeksi virus dimaksud. Karenanya sejumlah warga yang mengaku dari Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Lampura, mendatangi posko Gugus Tugas di gedung Korpri Kotabumi Lampura, Rabu (10/6).
Diantara BMKT yang hadir terdapat Tomson, yang sempat menjalalani masa karantia selama 33 hari, di Gedung Islamic Center Kotabumi, lantaran dinyatakan positif covid-19.Kehadiran puluhan warga itu diterima langsung oleh, Sany Lumi, kepala sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Lampura.
Ditempat itu Tomson memaparkan, dirinya merasa bingung dan kecewa, karena hingga saat ini hasil Swab atas dirinya belum juga diberikan oleh Gugus Tugas. Padahal ia sudah menjalani tes swab sebayak lima kali. Bahkan sewaktu dikarantina dirinya merasakan tidak mendapatkan pelayan medis.
“Saya sengaja mendatangi Posko Covid-19 ini untuk meminta kejelasan hasil swab saya karena sampai hari ini belum juga diberikan. Saya juga sangat kecewa, karena saat saya di karantina tidak ada penangan medis yang Serius untuk kami. Kami hanya diberi vitamin saja tidak lebih,”ujar Tomson.
Pernyataan Tomson itu dipertegas Mery salah satu anggota BKMT yang hadir ditempat itu. Menurut Mery belakangan banyak warga yang menolak untuk dilakukan Rapid Tes. Sebab mereka khawatir, seperti terjadi pada salah satu warga Lampura yang dinyatakan positif, tapi bukti swab hasil pemeriksaan laboratorium tidak diberikan kepada pasien ataupun pihak keluarganya.
Sementara pasien yang dinyatakan positif, Sejak hari pertama menjalani karantina, tidak menunjukkan gejala terinfeksi Corona, seperti batuk, pilek, flu dan demam. Kondisi itu terus berlangsung sampai pasien itu kembali kerumahnya.
Disebutkan Mery, beberapa pasien telah menjalani lebih dari tiga kali pemeriksaan swab, tapi tidak pernah diberikan hasilnya. Bahkan, salah seorang pasien asal Kecamatan Abung Surakarata, sudah dua kali menjalani rapid test, namun hasilnya tak kunjung diketahui.
“Kami ingin penjelasan terkait hasil swab. Kami mau melihat hasil Swab secara langsung. Oleh karenanya kami minta Tim Gugus Tugas dapat menunjukkan semua hasil swab dari pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Mery.
Diberondong pertanyaan itu, kepala sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Lampura, Sanny Lumi, berkilah terkait hasil swab ada mekanismenya. Ada prosedur prosedur yang dilalui hingga sampai kepada sebuah kesimpulan status dari spesimen yang dilakukan tes. Semua berdasarkan hasil swab yang didapat dari Litbankes di Bandarlampung. “kami hanya menyampaikan saja hasil tes yang disampaikan oleh Litbankes,” pungkas Sanny Lumi. (fer/her)

Kinerja Gugus Tugas Lampura Dipertanyakan 




