Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 15 Jun 2020 22:23 WIB ·

Warga Keluhkan Penyaluran BST


 Warga Keluhkan Penyaluran BST Perbesar

KOTABUMI — Penyaluran Bantuan Sosial Tunas (BST) di Desa Tanjungraja, Kecamatan Tanjungraja, Lampung Utara (Lampura) dikeluhkan warga. Pasalnya penyaluran BST dinilai tidak tepat sasaran. Warga yang hidup dalam garis kemiskinan banyak yang tidak dapat BST. Sementara warga yang mampu, bahkan ada diantaranya merupakan tokoh dan masuk dalam katagori orang kaya, justru memperoleh bantuan dari pemerintah pusat itu.

“Saya heran dengan penyaluran BST disini (desa Tanjung Raja-red). Saya yang tergolong warga tidak mampu tidak memperoleh BST, tetapi ada warga yang ekonominya mapan justru mendapat BST,”ujar warga yang mewanti identitasnya dirahasiakan,Senin (15/6).

Padahal setahunya, BST itu diberikan kepada warga yang kurang mampu. Hal ini dikarenakan BST itu sangat diharapkan oleh mereka untuk mengurangi beban ekonomi imbas dari pandemi COVID-19. Namun sayangnya, banyak di antara warga tidak mampu yang tidak mendapatkan bantuan tersebut. “Jika diberikan kepada warga yang tidak mampu maka BST ini akan sangat bermanfaat bagi mereka,” jelasnya.

Keluhan sama juga diungkapkan oleh warga lainnya. Lagi-lagi dengan alasan takut minta agar namanya dirahasiakan. Warga itu selain mempersoalkan penyaluran BST tidak tepat sasaran, ia juga mengungkapkan keheranannya mengapa penerima BST di desanya lebih banyak dari desa lainnya. Sementara di sisi lain terdapat desa yang hanya memperoleh satu orang penerima BST.

“Di Desa Sinarjaya cuma satu orang saja yang dapat, sedangkan di desa Tanjungraja cukup banyak yang menerima BST. Ini kan aneh,” kata dia.

Keduanya berharap pihak terkait dapat menindaklanjuti keluhan mereka. Semua ini semata – mata supaya pemberian BST dan sejenisnya dapat lebih efektif dan efisien di masa mendatang.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Tanjungraja, Yunis Adhar menegaskan bahwa penyaluran BST di desanya telah sesuai aturan. Seluruh data penerima BST itu bukan ditentukan oleh pihak desa melainkan ditentukan oleh pemerintah pusat.

Data penerima BST terbagi dua, yakni data yang dikeluarkan pada tahun 2014 silam dan penambahan data penerima BST pada tahun 2020 ini. Untuk penerima BST berdasarkan data tahun ‎2014 berjumlah 45 orang, sedangkan penerima BST tambahan berdasarkan data terbaru berjumlah 150 orang.

Meski begitu, ia tak menampik terd‎apat sejumlah warga yang ekonominya mapan mendapat bantuan tersebut. Mereka ini berasal dari data tahun 2014 silam. Bagi mereka yang mapan tapi turut mendapat bantuan, pihaknya membuatkan berita acara terkait hal ini.

“Kami buatkan berita acara‎nya, dokumentasinya ada semua. Surat pernyataan ada di berita acara,” terangnya.

Dihubungi via ponselnya Netti Hastuti, anggota DPRD Lampung Utara yang berasal dari Kecamatan Tanjungraja yang dimintai tanggapannya seputar perseoalan tersebut mengaku, dirinya memang mendengar sejumlah warga mengeluh soal BST yang tidak tepat sasaran. Namun ia belum mendalami kebenaran dari informasi tersebut. “Saya memang mendengar ada persoalan terkait penyaluran BST. Tetapi belum bisa saya pastikan, karena saya masih mendalami kebenarannya,” ujar Nety singkat. (ndo/fer/her)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline