KOTABUMI — Dimasa Pandemi Covid-19 saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) tetap selalu siaga. Baik dalam membantu Masyarakat saat menghadapi musim kering hingga musim banjir.
Kepala BPBD Lampura Karim SR menyatakan bahwa pihaknya selalu siaga. Kapan pun Masyarakat membutuhkan bantuan BPBD misalkan saat musim kemarau mereka membutuhkan air BPBD siap membantu. Bahkan saat ini berbagai bidang di BPBD terus mensosialisasikan programnya masing-masing.”Kita ada tim tanggap bencana, tim reaksi cepat, ada tim pembagian logistik dan lainnya. Kita selalu standby (bersiap) untuk membantu masyarakat,”jelas Karim saat mengadakan copy morning bersama Kabid di ruang kerjanya, Rabu (17/6).
Di pergantian musim lanjut Karim, pihaknya juga memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah secara sembarangan sehingga tidak terjadi banjir. Kemudian saat kemarau masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah, jika ingin membakar sampah hendaknya harus di tunggu.”Saya juga titip pesan untuk masyarakat saat meninggalkan rumah untuk memeriksa kembali aliran listriknya. Kemudian periksa kompor apakah sudah mati atau belum sehingga tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan”, himbaunya.
Ketika ditanya apakah terjadi refocusing (penundaan/pengalihan) anggaran untuk Covid-19 ia menyatakan ada pengalihan.
Mulai dari dibidang kesiap siagaan dan bidang logistik ada pengalihan dengan besaran anggaran refocusing Rp 700 Juta.”Kalau ditanya menggangu anggaran kami atau tidak tentunya menggangu, namun inikan demi untuk masyarakat Lampura,”ucapnya.
Selain itu tambah Karim, BPBD juga memiliki program pembagian Bansos yang sudah didelegasikan dan diserahkan langsung oleh Plt. Bupati Lampura H. Budi Utomo yang merupakan bantuan tidak terduga. Bansos beras tersebut diperuntukan untuk Masyarakat yang ada di 15 Kelurahan.
Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Meski saat ini sudah memasuki new normal, namun bukan berarti masyarakat diberikan kebebasan. Masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan sesering mungkin melakukan cuci tangan.”Hindari kerumunan untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Karena kesehatan lebih berharga dibandingkan harta,”pungkasnya. (ria/fer/her)






