KOTABUMI — Untuk melihat sejauh mana perkembangan kedisiplinan para Aparatur Sipil Negara(ASN) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) H. Syahrizal Adhar selaku Kepala Dinas PUPR datang lebih awal.
Datangnya Syahrizal lebih awal ke kantor PUPR tersebut tidak hanya untuk melihat tingkat kedisiplinan ASN saja, namun ia juga ingin melihat aset-aset apa saja dan bangunan mana saja yang harus diperbaiki.
Hasilnya, masih didapati banyak ASN yang belum masuk kerja. “Ini yang mau saya benahi. Mental dari pegawai harus saya perbaiki, sehingga mereka bisa mengerti tugas pokok dan fungsi sebagai ASN di PUPR,”cetus Syahrizal saat meninjau seluruh ruangan di Dinas PUPR.
Mental dan moral dari jajaran ASN di PUPR sendiri akan dikembalikan. Dalam artian para Pegawai PUPR yang bertugas sebagai administrasi tidak lagi bekerja di luar lapangan. Mulai dari menyusun dokumen, ikut terjun ke lapangan, mereka akan dikembalikan untuk pengoptimalan tugas di PUPR. Karena saat ini beban Dinas PUPR di 2019 dan 2020 semakin berkurang dengan tidak dilaksanakannya tender.
Untuk itu sangat wajar jika jajaran Pegawai di PUPR bisa lebih berkonsentrasi mengerjakan Tupoksinya.”Untuk himbauan sudah sering diingatkan. Jika masih tidak juga mengindahkan maka akan kita serahkan ke Pimpinan melalui Inspektorat untuk menerapkan PP 53/2010 tentang disiplin ASN,”ucapnya.
Dirinya juga mengaku sangat miris melihat kondisi ruangan-ruangan yang ada di PUPR. Bahkan di ruang Kepala Dinas pun atapnya banyak yang bocor, hordengnya sudah kusam, bahkan di ruangan lain tidak menggunakan hordeng, ini kan sangat miris melihatnya. Padahal di PUPR sendiri anggaran yang berputar kurang lebih setengah triliun, bayangkan saja bisa seperti ini.
Jika dilihat dengan Dinas lain seperti Ketahanan Pangan yang hanya mengelola anggaran Rp 1,3 Miliar lihat ruangannya seperti apa.”Insyaallah semua akan kita benahi sedikit demi sedikit. Kita ingin pegawai kita nyaman, kita ingin jadikan kantor ini rumah ke dua bagi mereka, sehingga mereka bisa bekerja dengan baik dan mematuhi peraturan yang sudah ada,”jelasnya.
Untuk itu saat menuju New Normal ini tambah Syahrizal, pihaknya juga harus memberikan informasi ke jajarannya untuk melakukan tindakan sesuai dengan protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, rajin melakukan cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan melakukan penataan sistem kerja di rumah, karena saat ini masih menggunakan sistem piket.
Karena jika tidak menggunakan sistem piket akan terjadi penumpukan di suatu ruangan di PUPR saat masa Pandemi Covid-19 ini.”Kedepan juga kita jajaran di PUPR bisa mensosialisasikan kepada Masyarakat pentingnya menerapkan protokol kesehatan guna memotong mata rantai penyebaran Covid-19,”pungkasnya. (ria/fer/her)






