Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 7 Jul 2020 22:32 WIB ·

Dua Jam Terjadi Tiga Gempa Dari Pusat Berbeda


 Dua Jam Terjadi Tiga Gempa Dari Pusat Berbeda Perbesar

KOTABUMI — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan tiga gempa bumi berturut-turut dalam waktu dua jam bukan dari pusat yang sama. Ini disebabkan pergeseran lempeng di wilayah berbeda.

Tiga gempa tektonik yang terjadi Selasa (7/7), berpusat di Rangkasbitung, Tangerang dengan kekuatan 5,4 Skala Richter kedalaman 85 Km pukul 11.44 WIB.

Kemudian gempa 5,0 SR di laut Pangandaran dengan kedalaman 10 Km pada pukul 12.07 WIB serta 5,2 SR di Bengkulu dan Enggano yang terasa di Barat Daya Bandarlampung, Tanggamus Pesisir Barat, danJakarta dengan kedalaman 10 Km pada pukul 13.20 WIB.

Kepala Stasiun Geofisika dan Klimatologi Kotabumi Anton Sugiharto mengatakan, sumber gempa bukan dari titik yang sama.

“Memang beberapa kali gempa. Tetapi berbeda tempat atau pusat sumber. Jadi bukan gempa susulan atau after shock. Pergesekan lempeng berbeda,” kata Anton Sugiharto, Selasa (7/7).

Menurut dia, hingga kini alat pendeteksi gempa belum menerima potensi aftershock atau gempa susulan terhadap pusat Bengkulu.

“Belum ada potensi. Kita juga belum melihat adanya susulan dan belum ada laporan dari masyarakat tentang kerusakan karena gempa,” ungkapnya.

Sementara Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudy Haryanto menerangkan, jika dilihat dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjang di bawah lempeng Eurasia.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik Thrust Fault. Tetapi tidak berpotensi tsunami,” kata Rudy.

Meski begitu, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. (rnn/fer/her)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Ini Tenaga Kesehatan Yang Berjaga di 3 Poskotis

16 Maret 2026 - 12:51 WIB

Selain Terima Kunjungan Safari Ramadhan Provinsi /// Ini Jadwal Bupati dan Wabup Keliling

13 Maret 2026 - 15:32 WIB

Trending di Headline