Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 19 Jul 2020 21:34 WIB ·

Dishub Aktifkan dan Bangun Pos Perlintasan KA


 Dishub Aktifkan dan Bangun Pos Perlintasan KA Perbesar

KOTABUMI — Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Utara (Lampura), mengaktifkan kembali dan menambah pos penjagaan perlintasan Kereta Api(KA) non palang pintu. Dishub Lampura juga menempatkan petugas disana yang siaga selama 24 jam penuh. Kebijakan itu diambil Dishub Lampura, menindaklanjuti instruksi Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi ketika meninjau secara langsung perlintasan KA beberapa waktu lalu. Selain merupakan program Dishub Lampura dalam hal keselamatan lalulintas.

Kepala Dishub Lampura, Basirun Ali menjelaskan kecelakaan diperlintasan KA sepanjang tahun 2014-2018 zero insiden (tidak ada kejadian). Namun pada tahun 2019 lalu, terjadi kecelakaan pada perlintasan KA di Wonogiri dan jalan Dahlia Kotabumi. Karenanya tahun 2020 ini kita aktifkan kembali pos-pos perlintasan dengan menempatkan petugas disana. Terlebih saat ini telah dioperasikannya jalur KA double track (jalur kereta api dengan dua rel-red), Negeri Agung-Cempaka. Tentu ini membuat rangkaian KA yang melintas semakin bertambah. Jika sebelumnya, hanya sekitar 13 ribu rangkain per-bulannya, maka kini bisa mencapai sebanyak 14 ribu rangkaian. Tentu saja potensi terjadinya kecelakaan, akan semakin meningkat pula. “Karenanya, pos-pos perlintasan seperti di Simpang Saprodi, Wonogiri dan Dahlia kita aktifkan kembali. Kemudian kita juga akan membangun pos baru di perlintasan Talang Bojong dan perlintasan Cempaka,” terang Basirun, yang didampingi Kasi Keselamtan Transportasi Dishub Lampura, Gunawan, dikantornya baru-baru ini.

Ditambahkan Basirun, Program keselamatan lalulintas lainnya yang dilaksanakan Dishub Lampura, adalah pembuatan halte dienam titik. Ini lantaran potensi lakalantas bagi masyarakat yang kerap menunggu angkutan umum ditrotoar dan pinggiran jalan. Dimana kendaraan dari dua arah, bisa saja menabrak calon penumpang itu. Sebab bisa saja pandangan sopir terhalang oleh kendaraan yang berada didepannya, kemudian tidak melihat ada penumpang yang tengah menanti kendaraan umum itu, Dengan adanya haltel, bukan saja penumpang dapat menunggu angkutan umum dengan nyaman, tetapi para sopir juga maklum jika didepannya ada halte bagi penumpang. “karenanya kita bangun halte yang pelaksanaannya sebelum pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) di enam titik,” tambahnya.

Adapun keenam titik halte dimaksud adalah, Hal te dijalan Kapten Dulhak tepatnya di depan Kantor Dinas Perdagangan Lampura. Ini untuk memfasilitasi siswa SMAN-1 Kotabumi. Lalu halte di depan Kantor Pemkab Lampura, dimaksudkan untuk menfasilitasi bagi pegawai Pemkab dan masyarakat disana. Kemudian halte di jalan Alamsyah RPN yang berada didekat Pertamina dan didepan Aotu 2000. Ini untuk memfasilitasi siswa SMKN 1 Kotabumi dan masyarakat sekitar. Dibangun pula di sekitar Tugu Payan Mas untuk memfasilitasi penumpang angkot dan bus. Lalu halte di depan RS Handayani, untuk memfasilitasi pasien dan keluarga pasien RS Handayani, Siswa SMA PGRI dan siswa Ibnu Rusyd. (ndo/fer/her)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline