KOTABUMI — Setelah di hentikan sementara selama beberapa bulan karena pandemi Covid-19, Majelis Dhuha yang diadakan setiap hari Jumat selama dua minggu sekali oleh Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Lampung Utara(Lampura) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat(Kesra) akhirnya kembali di buka.”Alhamdulillah Majelis Dhuha yang biasa kita adakan setiap hari Jumat selama dua minggu sekali akhirnya sudah di buka kembali. Pembukaannya sudah dilakukan dua kali, selama bulan ini, di buka langsung oleh Pak Sekdakab Lekok,”ujar Kabag Kesra Bambang Hadiansyah.
Dalam pelaksanaan Majelis Dhuha sendiri lanjut Bambang, menggunakan protokol kesehatan. Mulai dari pengukuran suhu tubuh dan pemberian Handsanitizer di pintu masuk oleh petugas dari Dinas Kesehatan dan Bagian Kesos. Lalu diwajibkan harus menggunakan masker dan pemberian jarak bagi para Aparatus Sipil Negara(ASN) yang mengikuti Majelis Dhuha.”Untuk semua Satker diperbolehkan untuk mengikuti Majelis Dhuha, namun protokol kesehatan yang utamanya harus diterapkan,”paparnya.
Untuk penceramah dalam pelaksanaan Majelis Dhuha sendiri lanjut Bambang, Pemkab Lampura bekerjasama dengan Kementrian Agama(Kemenag).
Kemenag yang menyusun jadwal dalam pengisian majelis dhuha. Pelaksanaanya sendiri dilakukan setelah pelaksanaan senam pagi, yakni waktu Solat Dhuha dilaksanakan.”Kedepannya kita ada rencana akan memanggil ustadz dari luar Lampura. Hal ini dilakukan untuk menambah wawasan Umat Islam khususnya ASN,”kata dia.
Saat ini tambah Bambang, pihaknya sedang menciptakan agar peminat majelis Dhuha bisa ramai. Mengingat saat ini peminatnya masih minim, untuk itu pihaknya sedang menyusun formula apa yang akan dipakai untuk menumbuhkan keingin tahuan tentang agama islam.
Pihaknya juga berharap agar Satker bisa bergantian untuk hadir setiap Jumat dalam pelaksanaan Majelis Dhuha.”Ini merupakan Ide dari Pak Plt. Bupati Budi Utomo agar para ASN khususnya yang beragama islam bisa mendapat pemahaman yang luas,”pungkasnya. (ria/fer/her)






