Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 23 Jul 2020 21:10 WIB ·

Pasokan Berkurang, Tabung Gas Melon Langka


 Pasokan Berkurang, Tabung Gas Melon Langka Perbesar

KOTABUMI — Dinas Perdagangan(Disdag) Kabupaten Lampung Utara (Lampura), mengintruksikan koordinator wilayah (korwil) gas untuk turun ke bawah dan mengecek kebenaran informasi di sejumlah tempat gas jenis tabung melon sulit untuk di cari. Hasil dari pengecekan itu, ternyata memang terjadi kelangkaan gas tabung 3 kilogram(kg) di sejumlah titik.

“Setelah korwil uturn kewilayah kerja masing-masing, ternyata benar ada kelangkaan gas tabung 3kg di sejumlah titik. Informasi kelangkaan gas ini kita dapat langsung dari masyarakat dan kita cek kebenaranya ternyata benar,”jelas Hendri, Kepala Disdag Lampura, melalui sambungan teleponnya, Kamis (23/7).

Menurut Hendri, sejumlah titik dimaksud yakni di daerah Kelurahan Sribasuki, Kotabumi Tengah, Kebon Empat, Kebon 5 dan Wilayah Abung Pekurun. Kelangkaan gas sendiri terjadi karena kurangnya pasokan, sementara jumlah pengguna tabung melon semakin bertambah.

Sejauh ini untuk daerah yang sering mengalami kelangkaan masing-masing korwil sudah mengajukan untuk penambahan pasokan gas tabung melon.”Mereka sudah ajukan untuk penambahan gas tabung 3kg. Namun memang hingga kini belum ada penambahan, untuk itu bosok (hari ini, Red) akan kita rapatkan guna mencari solusi,”ucapnya.

Seyogyanya masih Hendri, gas tabung melon tersebut digunakan untuk Masyarakat yang memang kurang mampu.
Namun jika dilihat masih kurangnya kesadaran Masyarakat dari kalangan menengah atas yang masih menggunakan tabung 3kg tersebut.

Hendri juga menegaskan, sebagai Bidang Pengawasan ia berpesan kepada seluruh agen hingga pengecer untuk tidak bermain-main. Apalagi mereka sampai melakukan penimbunan gas untuk meraup ke untungan dan menyebabkan kelangkaan.

“Jangan main-main. Kami memang sifatnya hanya pengawasan, namun jika kami temukan ada yang bermain maka tidak main-main kami akan laporkan kepada aparat hukum. Hal ini dilakukan untuk memberikan contoh kepada seluruh Masyarakat untuk tidak bermain-main hingga merugikan orang banyak,”tegasnya. (ria/fer/her)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline