KOTABUMI —Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) Maspardan, jelaskan soal status pekerjaan pemilik akun media sosial Facebook Maisy Van Den Hook (Noni) dengan nama asli Man Astutiningtyas (33) warga gang Kemuning RT V / RW VIII, Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten setempat, Senin (3/8) sekira pukul 13.00 WIB.
Menurut Maspardan, Man Astutiningtyas (Pelaku pembakaran bendera Sangsaka Merah Putih,red) telah beberapa kali melakukan perubahan data. Man Astutiningtyas melakukan pembuatan Kartu Keluraga (KK) pada 18 Juli 2007 silam.
Kemudian pada 16 Nopember 2016 Man Astutiningtyas kembali melakukan perbaikan KK dengan mengubah status pendidikan dari SLTP menjadi Diploma 4/S1. Setelah itu pada 8 Nopember 2017 Kartu Tanda Penduduk Elaktronik (E-KTP) milik Man Astutiningtyas berhasil di cetak dengan status pekerjaan sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

KTP atas nama Man Astutiningtyas yang tertera pekerjaan TNI
“KTP milik Man Astutiningtyas itu benar adalah KTP asli, terkait masalah status pekerjaan atupun status pribadi yang bersangkutan, itu bukanlah wewenang Disdukcapil untuk menanyakan permasalahan itu. Sebab Disdukcapil hanya mendata dan mencetak KTP berdasarkan pengajuan dari pemohon” tegasnya.
Terpisah Lurah Sribasuki Puncoro Teguh saat di konfirmasi sejumlah awak media membenarkan bahwa, pelaku pembakaran bendera Sangsaka Merah Putih itu adalah warganya. “Ia betul, Man Astutiningtyas itu adalah warga saya. Man Astutiningtyas adalah seorang putri kandung dari Mujianto yang merupakan pensiuanan honorer di SMPN 6 Prokimal. Keluarga Mujianto tinggal di Kelurahan Sribasuki, tepatnya di gang Kemuning RT V / RW VIII, Kelurahan setempat sejak tahun 1980 silam” ujarnya.
Dilanjutkannya, mengenai status Man Astutiningtyas, sebagai salah satu anggota TNI baru di ketahuinya setelah viral di akun media sosial facebook dan melihat secara langsung E-KTP miliknya. Sebelumnya di ketahui yang bersangkutan hanyalah seorang pengangguran.
Sejauh ini Man Astutiningtyas, diketahui tidak pernah menunjukkan sikap yang menentang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hanya saja sekitar 2 hingga 3 tahun yang lalu, Man Astutiningtyas, pernah terlibat perselisihan dengan tetangganya sendiri, yang berakhir pada aksi pengrusakan dan pelemparan batu di kediaman tetangganya.
“Saya baru tau status pekerjaan Man Astutiningtyas sebagai anggota TNI sejak postingan itu Viral di Medsos, dan selama ini Man Astutiningtyas, diketahui tidak pernah menunjukkan sikap yang menentang keras atas kedaulatan NKRI” terangnya.
Lebih lanjut Puncoro Teguh mengatakan, untuk langkah yang akan di ambil dalam menyikapi persoalan tersebut, sesuai dengan intruksi Kapolres Lampura, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menstabilisasi masyarakat agar terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kelurahan Sribasuki.
Selain itu pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan aparat dusun seperti tokoh masyarakat, agama, Ketua RT dan LK, apakah Mujianto selaku orang tua dari Man Astutiningtyas, akan di ungsikan untuk sementara waktu atau tidak, untuk menghindari dan mengantisipasi sikap anarki masyarakat setempat.
“Yang pasti, setelah terjadinya peristiwa ini, merupakan suatu pelajaran yang sangat berharga, oleh sebab itu secepatnya saya akan melakukan pengecekan KTP pada setiap warga yang terdapat di Kelurahan Sribasuki, untuk menghindari peristiwa serupa terulang kembali” bebernya. (fer/her)






