SUNGKAI TENGAH — Sejumlah rencana pembangunan di desa Batu Nangkop, kecamata Sungkai Tengah kabupaten Lampung Utara (Lampura) terpaksa harus direvisi ulang. Ini disebabkan anggaran Dana Desa (DD) yang dikucurkan, sebagian harus dialihkan untuk Bantuan Sosial Tunai (BST), bagi warga terdampak Coronavirus Disease 2019 (covid-19). Sementara didesa tersebut terdapat 88 KK penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), yang masing-masing menerima sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan untuk tahap I. Kemudian menerima Rp. 300 ribu selama tiga bulan untuk tahap II.
“Terserapnya sebagian anggaran DD tersebut, membuat sejumlah kegiatan yang telah direncanakan terpaksa ditinjau kembali. Karenanya kita menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) perubahan APBDes tahun 2020, sekaligus kita gelar Musyawarah Desa (Musdes) untuk membahas program kerja tahun 2021 ” terang Edy Waluyo, Kades Batu Nangkop, Rabu(26/8).
Dijelaskan Edy Waluyo, rencana kegiatan yang akan ditinjau kembali untuk ditunda pelaksanaannya diantaranya pembagunan sumur bor sebayak 4 unit dan pembangunan lapangan bola voli. Sebab pandemi covid 19 mengharuskan desa mengalokasikan Bantuan BLT DD untuk Tahap I sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan pertama dengan total Rp 158.400.000.
Kemudian dilanjutkan dengan Bantuan tahap II yakni sebesar Rp 300 ribu per kk untuk tiga bulan berikutnya dengan total Rp.79.200.000 dan penanganan Covid 19 sebesar Rp.55 juta. “Sehingga dana yang terserap untuk BLT DD dan penanganan Covid-19 menjadi Rp 292.600.000, karenanya terpaksa sejumlah Pembangunan kita sesuaikan lagi,” tutur Edy waluyo.
Dalam Musdesus dan Musdes yang digelar di kantor desa Batu Nangkop yang dibuka oleh Kades setempat, dihadiri Camat Sungkai Tengah Idris,SE,MM, kasi Pembagun kecamatan, Babinkantibmas, Babinsa, Bidan Desa, Pendamping Desa, BPD, LPM, PKK, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat lainya.
Sementara itu, Camat Sungkai Tengah Idris,SE,MM dalam sambutannya menegaskan, bahwa bantuan BLT DD wajib disalurkan tepat waktu. Mengingat warga dalam kondisi covid 19 ini banyak kehilangan mata pencaharian dan sulit untuk kerja. Selain itu Pembagunan juga harus diselesaikan dengan tepat. Idris berharap, masyarakat dan aparat Desa dapat berperan aktif. Tidak hanya pada saat Perencanaan saja, tetapi juga dalam pelaksanaan pembangunan, baik fisik maupun pemberdayaan. “Masyarakat dan aparat desa harus berperan aktif, sehingga apa yang menjadi tujuan dari pelaksanaan pembangunan itu dapat terealisasi dengan baik,” ujar Idris.
Diketahui dalam musyawarah itu, banyak masyarakat yang mengusulkan pembagunan. Seperti jalan onderlagh, jalan lapen, Pos Ronda dan drainase. Sedangkan dibidang pemberdayaan masyarakat diusulkan, pelatihan menjahit. Sementara dari bidang kesehatan bidan desa mengusulkan,sarana dan prasarana posyandu, pemberian insentif untuk kader posyadu balita,lansia dan ibu hamil. Mengigat desa Batu Nangkop salah satu desa yang masuk katagori starting. (cw-dre/fer/her)






