Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 22 Sep 2020 21:05 WIB ·

Lampura Bakal Dapat Mobil Laboratorium Keliling


 Foto Diskominfo Lampura  Plt. Bupati Lampura H. Budi Utomo didampingi Plt. Kadiskes dr. Maya N. Manan saat menerima Audensi Ketua BPOM Provinsi Lampung, Selasa (22/9).  Perbesar

Foto Diskominfo Lampura Plt. Bupati Lampura H. Budi Utomo didampingi Plt. Kadiskes dr. Maya N. Manan saat menerima Audensi Ketua BPOM Provinsi Lampung, Selasa (22/9).

KOTABUMI–Pelaksana tugas(Plt) Bupati Lampung Utara(Lampura) H. Budi Utomo, S.E., M.M., menerima audensi Ketua Badan Pengawasan Obat dan Makanan(BPOM) Provinsi Lampung Dra. Susan Grecia Arpan, Bpt. M.Si. dan Jajarannya, di ruang kerja Wakil Bupati, Selasa (22/9).

Tujuan mereka berkunjung ke Lampura selain untuk silaturahmi juga sekaligus menyampaikan fungsi Lembaga yang bertugas mengawasi Peredaran Obat-obatan dan Makanan di Indonesia.”Alhamdulillah pak Plt. Bupati tadi(kemarin, Red) menerima Audensi dari BPOM Provinsi.

Dalam audensinya di sampaikan bahwa tahun 2021 ada bantuan dari DAK fisik yakni Mobil Laboratorium Keliling. Isnyaallah Kabupaten Lampura akan mendapat satu unit,”jelas Plt. Kepala Dinas Kesehatan Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan, kemarin.

Dikatakan Maya, informasi ini disampaikan oleh Kepala BPOM Provinsi bahwa ada 14 Kabupaten/Kota yang akan menerima bantuan mobil laboratorium keliling salah satunya Kabupaten Lampura.
Kabupaten Lampura sendiri selama ini belum memiliki mobil tersebut dan bantuan DAK tersebut baru ada tahun ini.
Sejauh ini pihak Dinas Kesehatan juga sudah mengajukan ke Pusat untuk mendapat bantuan mobil tersebut.”Insyaallah, mudah-mudahan dari 14 Kabupaten/Kota yang akan dapat itu salah satunya kita,”ucapnya.

Fungsi dari mobil laboratorium keliling itu sendiri tambah Maya, yakni selain untuk melakukan pembinaan terhadap industri rumah tangga juga untuk pengawasan apotik dan toko obat.
Kemudian penyuluhan keamanan panga, sehingga kegiatan pengawasan obat dan makanan yang bersumber dari DAK bisa segera diselesaikan.
Sejauh ini pihaknya terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap apotik dan toko obat melalui Puskesmas yang ada di 23 Kecamatan.

Sehingga obat-obatan yang sudah kadaluarsa, obat-obatan terlarang seperti Narkotika dan resep-resep obat yang menyalahi aturan itu bisa diawasi.”Dengan adanya bantuan mobil laboratorium tersebut tentunya sangat membantu sekali. Sebab kita bisa langsung menguji makanan tersebut apakah mengandung formalin atau tidak. Tes itu namanya tes cepat(Rapid Tes) jadi bisa diketahui secara langsung,”pungkasnya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline