Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 4 Okt 2020 21:42 WIB ·

Harga Cabai Tembus Rp.8 Ribu, Kadisdag Tinjau Pasar Pastikan Tidak Ada Permainan


 Foto IST  Tampak Kadisdag Lampura Hendri saat mengecek dan berbincang dengan salah satu Pedagang di Pasar Sentral.  Perbesar

Foto IST Tampak Kadisdag Lampura Hendri saat mengecek dan berbincang dengan salah satu Pedagang di Pasar Sentral.

KOTABUMI–Mendapat informasi terjadi kenaikan pada harga Cabai Merah hingga Rp 8 Ribu perkilogram(kg), Kepala Dinas Perdagangan(Disdag) Lampung Utara(Lampura) Hendri langsung turun ke Pasar Sentral Kotabumi.

Selain mengecek harga cabai merah di Pasar sentral ia juga mengecek protokol kesehatan dari para Penjual dan Pembeli.”Ia benar memang ada kenaikan harga Cabai. Naiknya itu disebabkan karena faktor cuaca dan pengirimannya terhambat sehingga pasokannya berkurang,”jelas Kadisdag Hendri usai meninjau Pasar Sentral, Sabtu(3/10).

Pengecekan harga Cabai Merah juga lanjut Hendri, tidak hanya dilakukan di Pasar Sentral saja, namun seluruh KUP yang ada di pasar diminta untuk mengecek harga cabai untuk mencari kebenarannya. Apakah terjadi permainan atau penimbunan barang. Dari hasil laporan masing-masing KUP ternyata harga cabai memang mengalami kenaikan.

Sebelumnya Rp 22 hingga Rp 24 Ribu perkilogram(kg) menjadi Rp 30 Ribu per kg, bahkan untuk pasar-pasar yang cukup jauh ada yang menjual Rp 32 Ribu per kg.
Dari informasi yang didapat di Pedagang, kemungkinan harga Cabai Merah akan turun kembali jika pasokan sudah lancar.”Kalau untuk harga bawang dan sembako lainnya Alhamdulillah masih stabil. Untuk stoknya juga saya lihat masih aman,”ucapnya.

Selain mengecek harga sembako tambah Hendri, ia juga mengecek protokol kesehatan yang sudah dianjurkan Pemerintah.
Dari hasil pantauan ia menemukan ada beberapa Pembeli yang masih tidak menggunakan Masker.

Melihat itu ia langsung memberikan teguran kepada mereka agar menjalankan protokol kesehatan. Sebab jika salah satu Pedagang ada yang dinyatakan Positif terkena Covid-19 tentu akan memberikan dampak sangat besar.

Selain pasar akan di tutup dampaknya akan terasa pada Penjual dan pembeli. Untuk itu Masyarakat harus memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan sesering mungkin mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan.”Kami harap tidak ada satupun klaster di pasar dan alhamdulillah sejauh ini tidak ada klaster itu, karena kalau ada, akan berdampak pada pasar itu, bisa ditutup.
Dirinya juga mengucapkan terterimakasih terhadap media selaku kontrol sosial yang sudah memberi informasi kritik namun membangun,”pungkasnya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline