KOTABUMI–Dilantiknya Budi Utomo sebagai Bupati Lampung Utara (Lampura) sisa masa jabatan 2019-2020, membawa asa baru bagi masyarakat Kabupaten setempat. Budi diharapkan dapat menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan mampu membawa Lampura menjadi Kabupaten yang mandiri, sejahtera dan relegius. “Masyarakat berharap pak Budi dapat menjadi ‘nakhoda’ yang mampu membawa Lampura menjadi lebih baik lagi,” ujar Trias Febi Azola Pinata, ketua Bidang Eksternal DPD Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK)Lampura, Senin (2/11)
Menurut Trias, memang tidak mudah bagi Budi untuk menjalankan roda pemerintahan. Apalagi ditengah kondisi keuangan Lampura yang belum stabil. Terlebih dalam menjalankan roda pemerintahan itu, Budi belum memiliki wakil. Dirinya hanya dibantu oleh seorang Sekretaris Kabupaten (sekkab), sebagai ‘manager’ yang mengatur jalannya pemerintahan. “Ini menjadi berat bagi pak Budi, patner kerjanya bertumpu pada seorang Sekkab, karena wakilnya memang belum ada,” tambahnya.
Disisi lain, lanjut Trias Budi juga akan dihadapkan pada persoalan ‘masa lalu’. Bagaimana dirinya dapat memimpin Lampura. Ada catatan sejarah tersendiri yang mungkin akan membelenggu dirinya. Secara psykologis, Budi akan memperoleh banyak ‘tekanan’ atau paling tidak upaya campur tangan pihak yang merasa berjasa atau berjuang. Selain itu, Budi juga akan dihadapkan oleh ‘tekanan’ Partai pengusung agar dirinya mengamini sosok wabup yang nantinya disodorkan. “Saya kira pak Budi akan mendapat banyak tekanan, selama beliau memerintah di Lampura,” tambahnya.
Menurut Trias, Budi Utomo harus mampu keluar dari segala tekanan tersebut. Kuncinya adalah berpegang teguh pada koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jika tidak Budi Utomo, tidak akan dapat bekerja secara optimal dan akan lebih banyak ‘melayani’ segala ‘tuntutan’ yang ditujukan kepadanya. “Duet Budi-Lekok, harus dapat keluar dari segala bentuk ‘tekanan’ itu. Jika tidak, maka Budi akan berjalan dibawah bayang-bayang. Ini tentu akan sangat merugikan beliau dan berdampak bagi nasib Lampura kedepan,” pungkasnya (ndo/her)






