Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 22 Nov 2020 20:55 WIB ·

PLBH-PKMS Lampura Bakal Laporkan Pada APH Terkait Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi Way Tulung Mas


 caption foto : Proyek peningkatan irigasi Way Tulung Mas yang menelan biaya Rp.28 Miliar lebih
Perbesar

caption foto : Proyek peningkatan irigasi Way Tulung Mas yang menelan biaya Rp.28 Miliar lebih

KOTABUMI—Sekretariat Perkumpulan LBH Perlindungan Konsumen Mitra Sejahtera (PLBH-PKMS) Lampung Utara (Lampura), Syahbudin, kembali angkat bicara terkait proyek peningkatan irigasi Way Tulung Mas (BTM.0-BTM.6) HK.02.03/KST.TM/SNVT-PJPAMS/IRA-1/I/2020 senilai Rp. 28 Miliar lebih.

Kali ini, Syahbudin meminta Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Provinsi Lampung meninjau ulang pekerjaan proyek peningkatan irigasi yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. Bahkan, ia tidak segan-segan akan melaporkan persoalan proyek ini ke aparat penegak hukum jika BBWSMS menutup mata dengan hasil pekerjaan proyek irigasi itu.

“Jangan sampai BBWSMS main mata atas proyek peningkatan irigasi Way Tulung Mas yang menelan anggaran Rp. 28 Miliar lebih ini. Kesalahan dalam pekerjaan proyek itu sudah tidak sesuai spesifikasi. BBWSMS harus segera meninjau ulang proyek itu. Jika BBWSMS tidak menggubris hal ini, maka kami (PLBH-PKMS,red) akan melaporkannya ke penegak hukum” katanya, Minggu (22/11).

Dijelaskan Syahbudin, sesuai dengan hasil investigasi PLBH-PKMS, pekerjaan proyek irigasi Way Tulung Mas dari STA 0+000 sampai STA 1+200 cor beton koperan tidak menggunakan alat cor yang memadai seperti molen atau redimix, akan tetapi dikerjakan secara manual.

“Sudah jelas kalau cor beton koperan dilakukan secara manual, kualitas pekerjaannya akan berimplikasi sangat buruk” ketusnya.

Belum lagi, lanjut Syahbudin, dinding panel irigasi yang seharusnya di cor atas koperan, justru diisi dengan tanah. Lalu, lantai irigasi ketebalan dari sta 0+000 sampai dengan STA 1+200 cor lantai tidak menggunakan alat cor.

“Seharusnya ada upaya pemadatan tanah untuk lantai irigasi, tetapi ini tidak dipadatkan terlebih dulu” ucapnya.

Syahbudin lalu menegaskan bahwa, apa yang disampaikannya tersebut adalah suatu hasil investigasi PLBH-PKMS Lampura yang tidak diragukan hasilnya.

“Jadi ini merupakan hasil investigasi, bukanlah hal yang kami buat-buat atau mengada-ada. Saya menjamin hasil investigasi ini dan PLBH-PKMS juga menjamin pekerjaan proyek irigasi Way Tulung Mas tidak akan tahan lama dengan spesifikasi (Kualitas dan Kuantitas) yang asal-asalan seperti ini. Jadi saya berharap BBWSMS lebih quick response atas persoalan ini” tukasnya. (fer/her)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline