Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 1 Des 2020 22:11 WIB ·

Jauhi Narkoba dan Penyimpangan Seksual


 Foto Plt. Kepala Dinas Kesehatan Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan.  Perbesar

Foto Plt. Kepala Dinas Kesehatan Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan.

KOTABUMI–Pada peringatan hari HIV/AIDS sedunia, Dinas Kesehatan(Diskes) Lampung Utara(Lampura) mengajak Masyarakat untuk meningkatkan Solidaritas.
Selain itu untuk memutus penyebaran penyakit HIV/AIDS Diskes Lampura menghimbau kepada seluruh Masyarakat agar tidak memakai Narkoba.

Kemudian untuk yang memiliki pasangan sah agar tidak berganti-ganti pasangan, sehingga penyimpangan seksual tidak terjadi.”Jauhi Narkoba. Jangan lakukan penyimpangan seksual, sayangi diri sendiri, keluarga dan orang banyak,”himbau Plt. Kadiskes Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan, Selasa (1/12).

Dalam masa Pandemi Covid-19 ,lanjut Maya, pihaknya tetap mengadakan sosialisasi terutama untuk yang sudah dinyatakan HIV positif.
Kepada para penderita diminta untuk tetap menjalani pengobatan dan mengambil obat di Rumah Sakit Abdul Moeloek(RSAM) Bandarlampung.

Yang paling terpenting jaga daya tahan tubuh karena penderita HIV+/ AIDS salah satu kelompokn yang rentan untuk terkena Covid-19. Hal ini disebabkan karena si penderita memiliki co morbid.”Semua pemimpin dan warga menggalang solidaritas global demi mempertahankan layanan penting HIV selama pandemi Covid-19.
Karena kita harus pastikan ODHA ( orang dengan HIV AIDS) tetap mendapatkan akses pengobatan,”ucapnya.

Jumlah penderita HIV/AIDS di Lampura terus Maya, di tahun 2018 ada 28 Penderita, 2019 turun menjadi 6 Penderita dan di tahun 2020 naik kembali menjadi 27 penderita.
Untuk gejala awal yang ditimbulkan yakni, mengalami gejala awal seperti flu biasa.
Untuk menjadi penderita AIDS masa inkubasi nya lama, jika sudah terkena maka si penderita akan mengalami penurunan Berat Badan(BB).

Kemudian timbul sariawan yang tidak sembuh-sembuh, diare kronis, TBC paru, dan mengalami komplikasi.”Biasanya kalau pemakai narkoba atau ada penyimpangn sexual didapat hasil positif pada saat screening, atau kesadaran untuk memeriksakan diri di Rumah Sakit.
Kalau hasil HIV positif bisa diobati dengan anti retrovirus yang ada di RSAM dan jika minum obatnya teratur bisa bertahan hidup cukup lama,”paparnya.

Untuk penderita yang dinyatakan positif HIV tambah Maya, saat menjalani pengobatan di RSAM, ada obat anti virus yang harus diminum juga secara teratur.
Maya berpesan kepada masyarakat yang of pernah menggunakn narkoba terutama narkoba suntik dan yang pernah menjadi pelaku penyimpangan sexual untuk segera memeriksakan diri ke Rumah Sakit.”Sehinga bisa diketahui dari awal jika hasilnya positif dan bisa diobati dengan anti retrovirus(ARV). Segera periksa demi keselamatan bersama,”pungkas Maya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline