KOTABUMI–Pelaksanaan Seleksi Terbuka (Selter) terhadap 12 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama(JPTP) atau eselon IIb, dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), hendaknya dilakukan dengan fair dan transparan. Setiap tahapan, haruslah diumumkan pada publik. Sehingga publik dapat mengikuti jalannya Selter dengan seksama. Dengan begitu akan menjawab keraguan masyarakat, bahwa Selter hanya sebatas formalitas untuk sebuah jabatan yang sesungguhnya telah dipersiapkan.
“Banyak yang meragukan Selter benar-benar dilakukan secara fair, karenananya Pansel harus membuktikan itu. Jangan ada yang disembunyikan, tetapi semua tahapan dilakukan secara terbuka sehingga publik mengetahuinya,” jelas Trias Febi Azola Pinata Ketua Bidang Eksternal, Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Lampura, Rabu (2/12).
Menurut Trias, makna hakiki dilangsungkannya Selter adalah agar pejabat yang akan menempati jabatan tertentu memang memenuhi syarat dan berkemampuan. Itu dibuktikan dengan lolosnya yang bersangkutan pada setiap tahapan Selter. Ada uji kompetensi, pembuatan makalah dan wawancara.
Masing-masing memiliki bobot nilai tersendiri yang nantinya akan diakumulasi. Pada peserta yang memiliki nilai tertinggi sampai dengan peringkat ketiga maka akan diusulkan untuk dipilih menempati jabatan yang dilelang. “Namun semua itu tidak akan ada artinya, ketika ada ‘permainan’ didalamnya. Peserta yang sejatinya tidak layak, akan memperoleh nilai tinggi jauh diatas peserta yang sebenarnya lebih mumpuni,” ujarnya.
Disampaikan Trias jika PGK Lampura akan mengawal jalannya Selter tahapan demi tahapan. Jika dirasakan ada yang janggal, GPK tidak segan akan menegur bahkan melaporkan jika didalamnya ada indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). “Kita akan kawal jalannya Selter ini. Kita tidak ingin, Selter hanya dijadikan legalitas formal untuk sesuatu yang telah dipersiapkan,” pungkasnya. (ndo/her)






