KOTABUMI — Syarifudin warga Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menyatakan kekecewaannya, terhadap pelayanan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mayjend HM, Ryacudu Kotabumi.
Pasalnya, Syarifudin harus dirawati di ruangan isolasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dirumah sakit tersebut. Sedangkan selama dalam masa perawatan, ia diperlakukan layaknya seperti pasien Positif Covid-19.
Kepada sejumlah awak media Syarifudin menjelaskan, dirinya merasa terabaikan oleh pihak rumah sakit Plat Merah tersebut. Lantaran selama berminggu-minggu, tanpa ada keterangan yang jelas dan pasti dirinya di isolasi di ruang isolasi RSD Ryacudu Kotabumi.
Syarifudin juga menuturkan, bahwa awalnya Ia menjalani perawatan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), ketika sembuh dan hendak pulang kerumahnya pada Senin (16/11) lalu, Ia terlebih dahulu diminta Rapid Test oleh pihak RSD dan hasilnya dinyatakan reaktif virus Covid-19.
“Saya awalnya kena DBD dan di rawat dirumah sakit umum Ryacudu Kotabumi selama beberapa hari. Kemudian ketika sudah mulai membaik dan di perbolehkan pulang, mendadak saya di suruh isolasi oleh pihak rumah sakit. Karena katanya hasil Rapit Test saya reaktif Covid-19, padahal hasil Swabnya aja belum keluar. Sontak saya merasa kebingungan, ada apa ini sebenarnya” cetusnya.

Apalagi ia harus diisolasi hingga 15 hari ke depan, meski tanpa memastikan terlebih dahulu hasil Swab Test yang dijalaninya. Ia menduga ada permainan manipulasi hasil Swab Test miliknya. Lantaran pihak Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi enggan memberitahukan hasil test miliknya. Akibatnya Ia berusaha semaksimal mungkin, untuk mencari tahu sendiri hasil Swab itu.
“Saya belum tau hasil Test Swab ini positif atau negatif makanya saya cari tahu sendiri, ternyata hasil Swab Test itu sudah keluar pada Jum’at 27 November 2020 lalu dan di tandatangani oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Lampura dengan hasil Negatif” tambahnya.
Mengetahui ada kejanggalan dalam hasil pemeriksaan Swab Test Covid-19 oleh pihak RSD Ryacudu Kotabumi yang di ketahuinya pada Selasa, 1 Desember 2020 lalu, dirinya langsung mendatangi kantor Dinkes Lampura guna meminta kejelasan dan surat bukti hasil pemeriksaan pada Sabtu 5 Desember 2020.
“Mengetahui ada kejanggalan dalam hasil Swab di RSD itu. Saya langsung memastikan hasil Swab saya ke Dinkes Lampura. Ternyata memang benar, hasil Swab saya Negatif. Dan hasil Swab itu keluar pada Jum’at 27 November 2020” ujarnya.
Terpisah Pelaksana tugas (Plt), Direktur RSD Mayjend HM Ryacudu, Kotabumi Dr.Syah Indra Husada Lubis, membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan bahwa, penanganan medis terhadap pasien atas nama Syarifudin tersebut telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Covid-19.
Terkait persoalan tenggat waktu keluarnya hasil uji Swab Test yang cukup lama tersebut disebabkan menumpuknya hasil pemeriksaan Spesimen di Dinkes Propinsi Lampung.
“Penanganan medis terhadap pasien Syarif itu sudah sesuai dengan SOP Pelayanan Covid-19. Soal lama keluarnya hasil uji Swabe, karena menumpuknya hasil pemeriksaan Spesimen di Dinkes Propinsi Lampung” tegasnya. (fer/her)

RSD Ryacudu Diduga Permainkan Hasil Swab 




