KOTABUMI–Satu pasien kasus probable (orang yang masih dalam kategori suspek dan memiliki gejala ISPA berat dan gagal napas), meninggal dunia, di RSU Ryacudu Kotabumi, Selasa (22/12). Belum dapat dipastikan bahwa pasien dimaksud terpapar atau positif Covid-19. Hanya gejala klinis mengarah ke covid. Untuk kepastian, masih harus menunggu hasil swab. “Benar satu kasus probable meninggal dunia di RSU Ryacudu. Namun untuk kepastiannya apakah positif Covid masih menunggu hasil Swab,” jelas Kabid P2 Dinas Kesehatan Lampung Utara (Lampura), Dian Mauli.
Lantaran probable, lanut Dian Mauli, disarankan kepada pihak keluarga agar pemakaman dilangsungkan dengan menerapkan protokol Covid-19. Sayangnya pihak keluarga keberatan dan almarhum dibawa kerumah duka untuk kemudian dimakamkan.
Menurut Dian, sebelumnya pasien telah menjalani perawatan di RS swasta diKotabumi dari hari Sabtu (19/12). Namun, pada Senin (21/12), pasien dirujuk ke RSU Ryacudu Kotabumi. Setelah menjalani perawatan, kondisi pasien makin memburuk. Bahkan, sebelum meninggal, pasien mengalami sesak nafas. “Memang pasien sebelumnya di rawat di RS Swasta, baru kemarin (Senin) pasien di rujuk di RSU Ryacudu. Pagi tadi, kondisinya makin buruk, pasien sesak nafas dan akhirnya meninggal,” tuturnya.
Untuk kepastian suspect, Dian menjelaskan masih harus menunggu hasil Swab. Namun secara klinis, mengarah kesana.
Dian menambahkan, jika dalam dua hari terakhir tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Lampura. Artinya jumlah kasus positif Covid-19 di Lampura masih pada angka 484 kasus. Terbaru, terjadi penambahan sebanyak 40 kasus terkonfirmasi positif covid-19. Enam belas diantaranya adalah petugas yang bertugas di pusat kesehatan (Puskesmas) Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan. Termasuk tenaga kesehatan, Satpam dan Supir Ambulance.
“Ini hasil tracking dari teman sejawat yang mengalami kontak erat dengan pasien,” tambah Mauli.
Sementara sisanya, lanjut dia, tersebar di kecamatan se-Lampura. Dengan variasi umur bervariasi, mulai dari balita, anak-anak dan dewasa. Seperti inisial perempuan Dk (3) asal Kecamatan Kotabumi; Rdw (4) asal Kecamatan Kotabumi Selatan; Ya (6) asal Kecamatan Abung Selatan.
“Sampai dengan yang manula, usia 70 tahun perempuan inisial Rw asal Kecamatan Kotabumi Selatan, ” terangnya.
Hal ini (penambahan kasus, Red) terjadi, dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan, dengan cara mematuhi protokol kesehatan.
“Jadi bisa di sadari sendiri, Covid-19 masih berada di tengah-tengah kita, jadi warga Lampura harus mematuhi protokol kesehatan,” kata dia lagi. (ndo/her)






