Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 13 Jan 2021 21:42 WIB ·

Kotaku Jadikan Luasan Kumuh Perkotaan Berkurang Azwar : Kedepan Tidak Ada Lagi Kelurahan Yang Kumuh


 Foto RIA
Asisten II Pemkab Lampura H. Azwar Yazid saat memimpin Rapat Kotaku,
Rabu (13/1). Perbesar

Foto RIA Asisten II Pemkab Lampura H. Azwar Yazid saat memimpin Rapat Kotaku, Rabu (13/1).

KOTABUMI–Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan salah satu upaya
strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di
perkotaan dan mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100 persen akses air minum
layak, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.
Program Kotaku dalam pelaksanaannya menggunakan platform kolaborasi antara
pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kota/kabupaten, masyarakat dan
stakeholder lainya dengan memposisikan masyarakat dan pemerintah
kabupaten/kota sebagai pelaku utama.

Tujuannya untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di
permukiman kumuh perkotaan dan mencegah timbulnya permukiman kumuh baru
dalam rangka untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak
huni, produktif, dan berkelanjutan.

Agar program tersebut dapat berjalan maksimal sebagaimana yang diharapkan,
Pemkab setempat melakukan evaluasi kegiatan Kotaku yang sudah, dilakukan.
“Harapannya ke depan program Kotaku ini mampu atasi kawasan kumuh,
setidaknya mampu mewarnai pembangunan wilayah perkotaan ditingkat Kabupaten
Lampura.” jelas Asisten II Pemkab Lampura H. Azwar Yazid usai memimpin Rapat
Kotaku, RaBU (13/1).

Dijelaskan Azwar, dalam program Kotaku tersebut ada penanganan dan pencegahan
kota tanpa kumuh."Saya berharap ke depan dalam penanganan Kota tanpa kumuh
ini semua bisa bersinergi. Mulai dari Organisasi Perangkat Daerah hingga ke tingkat
bawah semua bisa berkolaborasi dalam menangani kawasan kumuh,"harap Azwar
Yazid saat diwawancarai usai rapat bersama di Aula Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah(Bappeda).
Dalam program Kotaku, lanjut Azwar, ada tiga aspek yang harus dikedepankan, yakni
Infastruktur, Perekonomian dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat dan Lembaga
Daerah.

Kegiatan ini akan tetap berjalan tanpa adanya dukungan dari Pemerintah Pusat.
Karena program ini memang harus benar-benar berjalan."Ini merupakan kebutuhan
Kabupaten Lampura. Agar Kabupaten Lampura utamanya kawasan perkotaan dapat
menjadi sebuah kawasan yang layak huni, produktif dan bermasyarakat,"ucapnya.
Ditempat yang sama Koordinator Kotaku Kabupaten Lampura Rio menyatakan,
Kotaku memiliki PR untuk membuat Kabupaten Lampura ke depan membuat luasan
kumuh berkurang.

Tidak hanya melalui program Kotaku saja, tetapi dibidang lainnya juga. Sehingga ke
depan Lampura mampu bersama menggait program ke Pusat dan mendapat bantuan kembali dan tidak akan ada lagi Kelurahan yang Kumuh."Tahun ini ada lima
Kelurahan yang akan dibenahi. Mulai dari Kelurahan Tanjung Senang, Tanjung Aman,
Tanjung Harapan, Kelapa Tujuh dan Desa Candimas,"pungkasnya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline