KOTABUMI — Ditinggal kerja, rumah miliki Edi Haryadi dilahap si jago merah, hingga rata dengan tanah. Mujur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 10.30 WIB,
Senin (18/1) itu. Sebab saat kejadian rumah yang terletak di Dusun Bernah, Desa Mulangmaya, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) itu dalam keadaan kosong.
Kebetulan Isteri dan kedua anak Edi, tengah berada dirumah bapaknya. Meski demikian, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Kepada sejumlah awak media, Edi Haryadi security pada kantor Bulog Kotabumi itu menuturkan , saat kejadian dirinya sedang bekerja. Tiba-tiba ia menerima telpon dari pamannya, yang memberitahukan bahwa kediamannya telah terbakar.
Mendapat informasi tersebut ia langsung bergegas menuju kediamannya. Betapa kagetnya ia, ketika mendapati api sudah melahap hampir sebagian rumahnya. Tidak ada lagi yang dapat diselematkan, lantaran api sudah demikian membesar. Dirinya hanya dapat pasrah melihat peristiwa tersebut.
“Kemungkinan kebakaran tersebut disebabkan arus pendek listrik. Sebab berdasarkan keterangan warga sekitar, api berasal dari atap ruang tengah” jelas Edi.
Sementara itu Adelia, saksi yang pertama kali melihat peristiwa kebakaran tersebut mengatakan bahwa, saat itu dirinya melihat kobaran api dari atap ruang tengah kediaman Edi Haryadi. Spontan ia berteriak memanggil isteri Edi Haryadi dan mendekati areal rumah yang terbakar tersebut. Mendengar teriakan Adelia, warga sekitar langsung berdatangan dan membantu untuk memadamkan api.
“Waktu saya liat rumah mas Edi terbakar, saya langsung teriak bunda, bunda,, keluar bunda, rumah bunda kebakaran bunda. Karena saya mengira isteri mas Edi dan anak-anaknya ada di dalam rumah itu. Gak lama dari itu warga pada dateng, dan langsung bantuin matiin api” ujar Adelia polos.
Ditempat yang sama Alwan, Kepala Desa (Kades) Mulangmaya, mengucapkan turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa kediaman Edi Haryadi. Alwan bersyukur tidak ada korban jiwa pasca peristiwa tersebut. Dirinya juga mengapresiasi Babinsa, Babinkamtibmas, Aparat Desa serta petugas dari Badan Penanggulangan Bencana alam dan Daerah (BPBD) yang langsung turun ke lokasi. “Api padam sekitar 1 jam kemudian. Sementara waktu sembari menunggu bantuan dari pemerintah dan para dermawan, korban tinggal di kediaman orang tuanya” ujar Alwan. (fer/her)






