Oleh : Hery Maulana
Assalamualaikum Wr Wb
Warga dikejutkan oleh aksi perampokan Agen ATM Link BNI di Desa Muaraman, Bukit Kemuning, Lampung Utara (Lampura). Betapa tidak aksi tersebut terbilang nekat dan sadis. Dua pelaku perampokan, menyatroni lokasi agen dimaksud sekitar pukul 19.30 WIB. Waktu dimana, aktivitas warga sedang berjalan normal. Artinya sekitar lokasi masih banyak warga yang lalu lalang. Namun tidak menyurutkan niat dua pelaku untuk mengambil paksa uang yang ada dalam laci penjaga ATM sekaligus sebagai pemiliknya itu. Hanya saja, Sadiran agen ATM dimaksud tidak rela uangnya dirampas begitu saja.
Perlawanan dilakukan seraya berteriak meminta tolong. Tersangka pelaku yang panik kemudian memuntahkan peluru dari senjata api air softgun. Tidak itu saja, pelaku juga melukai korban dengan senjata tajam. Hingga mengakibatkan korban bersimbah darah dan harus dirawat intensif oleh tim medis.
Aksi yang terbilang nekat dan sadis itu, harus menjadi perhatian tersendiri oleh utamanya jajaran Polres Lampura. Sebagai penanggungjawab keamanan di wilayah hukumnya. Bagaimana strategi agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi khususnya diwilayah hukum Polres Lampura.
Sebagaimana telah diterapkan untuk mencegah berlangsungnya aksi pembegalan dijalan raya, yang sempat marak. Dalam beberapa bulan terakhir, kasus pembegalan tidak lagi menghiasi pemberitaan. Salah satu keberhasilan yang ditunjukan jajaran Polres Lampura.
Namun sekeras apapun usaha yang dilakukan aparat keamanan, akan menjadi sia-sia ketika masyarakat apatis dalam hal keamanan. Artinya berprilaku dengan tidak mengindahkan keamanan diri sendiri. Dengan kata lain, bertindak yang mengundang prilaku kejahatan terjadi. Tidak mawas diridan menyerahkan soal keamanan pada aparat. Sebab kejahatan terjadi akibat ada kesempatan.
Niat saja dari para pelaku, tanpa didukung oleh adanya kesempatan, maka tindak kejahatan itu tidak bakal terjadi. Karenanya, minimalisir kesempatan itu dengan cara selalau waspada. Bahwa kejahatan ada disekeliling kita. Seperti apa yang diungkap bang Napi: Waspadalah, waspadalah. (**)
Wassalam






