KOTABUMI—Destinasi wisata Way Tebabeng yang sempat vakum beberapa tahun sebelumnya, kini tengah dalam pembahasan serius Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Investor lokal akan turut serta dalam pengembangan wisata Way Tebabeng tersebut.
Kepala Disporapar Lampura Imam Hanafi, mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan salah satu investor lokal yang akan membangun Way Tebabeng menjadi tempat bermain anak.
“Kami sudah ketemu dengan calon investor dan meninjau langsung lokasi Way Tebabeng di Desa Jagang Kecamatan Blambang Pagar, Kabupaten Lampura. Disana kami membahas terkait Masterplan pembangunan Way Tebabeng. Alhamdulilah satu investor tertarik membangun kolam renang” ujar Imam, Minggu (7/2).
Namun, lanjut Imam, sebelum pelaksanaan pembangunan Pemkab Lampura melalui Kepala Bagian Kerja Sama dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, akan membahas dan mendengarkan presentasi Masterplan dari investor.
“Nantinya kami ingin melihat Masterplan yang akan dibangun oleh investor itu. Seperti apa rencana kolam renangnya, dalamnya berapa luasnya dan lain sebagainya termasuk keamanan. Itu pun tidak boleh keluar dari Masterplan wisata Way Tebabeng” jelasnya.
Masih kata Imam, ada banyak pihak yang ingin bekerja sama memajukan Way Tebabeng seperti pada wahana Fly Fox (terjun gantung), perahu kecil, perahu bebek, dan lainya yang ingin melakukan pembahasan dengan Disporapar, namun Disporapar menggunakan tahapan satu persatu.
“Keseluruhan luas lokasi itu baik air dan darat 13 hektar, semua milik Pemkab Lampura. Kita harapkan dapat menjadi unggulan destinasi wisata di Lampura sesuai dengan keinginan Bupati” ujarnya.
Memang sektor Pariwisata bakal menjadi perhatian serius Disporapar Lampura. Salah satunya yang harus dikembangkan, sesuai dengan program Bupati Lampura salah satunya bendungan Way Tebabeng. Pihal Disporapar juga sudah bertemu dengan kelompok Masyarakat, guna membahas tentang pengelolaan Pariwisata ditempat itu.
Menurut Imam, dirinya siap untuk menjalankankan program-program yang sudah direncanakan oleh Pemimpin Dispora sebelumnya.
Mulai dari pengelolaan parkir, keamanan, kebersihan itu harus dijalankan. Karena Pariwisata sendiri harus dibuat semenarik, sebersih dan senyaman mungkin. Jika tiga hal itu sudah terlaksana, tentu pengunjung akan semakin ramai. Dengan ramainya parkir, retribusi akan berjalan dan ini bisa menjadi income untuk Pendapatan Asli Daerah(PAD) Lampura.”Nantinya peran serta Masyarakat bisa dilibatkan. Masyarakat bisa berjualan di lokasi, dengan begitu perekonomian akan berjalan dan tumbuh di setiap lokasi Pariwisata. Sehingga tidak hanya Masyarakat Lampura saja yang berkunjung, tetapi juga Masyarakat dari Luar,”ujarnya.
Imam menambahkan, Kabupaten Lampura memiliki beberapa potensi pariwisata yang tidak kalah menarik dengan kawasan pariwisata di daerah lain. Ada banyak objek destinasi wisata di Lampura yang terdiri dari wisata alam, objek wisata budaya/religi dan wisata buatan. Objek wisata alam merupakan lokasi yang memiliki keindahan dan panorama alami yang menarik, sehingga potensi alami tersebut dapat dimanfaatkan menjadi wahana parawisata dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Begitu juga halnya dengan potensi wisata budaya/religi yang kaitannya dengan keberadaan perkampungan penduduk asli yang masih menjaga seni budaya serta melestarikan adat istiadat masyarakat lampung, serta situs-situs religi yang berlatar belakang sejarah. Objek wisata buatan merupakan lokasi atau tempat yang dibuat oleh tangan dan teknologi manusia dimana keberadaannya secara sengaja atau tidak sengaja memiliki unsur keindahan dan menarik wisatawan.
“Semua masih sangat mungkin untuk dikembangkan, karena memiliki prospektif yang cukup cerah bagi semua pihak dan diharapkan akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat utamanya disekitar wilayah objek wisata yang ada.”pungkasnya.(fer/her)






