Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 9 Feb 2021 20:40 WIB ·

Lampura Anggarkan 8 Persen Untuk Pembelian Vaksin Sinovac Antisipasi Adanya Hambatan Penyaluran


 <span class=Lampura Anggarkan 8 Persen Untuk Pembelian Vaksin Sinovac Antisipasi Adanya Hambatan Penyaluran"> Perbesar

KOTABUMI-Untuk mengantisipasi terjadinya hambatan dalam penyaluran Vaksin Covid-19, pada tahun 2021 melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD), Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Lampung Utara(Lampura) menganggarkan sekitar Rp 2,5 Miliar atau jika dipresentasekan yakni 8 persen anggaran guna pembelian Vaksin Sinovac tersebut.”Vaksin Sinovac sendiri memang secara Nasional diberikan secara gratis oleh Pemerintah Pusat melalui APBN. Namun kita khawatir terjadi hambatan saat penyalurannya, mengingat wilayah Indonesia sangat luas, untuk itu kita mengambil kebijakan dengan menganggarkan Rp 2,5 Miliar dalam biaya tak terduga dalam pengadaan Vaksin mana kala terjadi hambatan dari Pemerintah Pusat,”terang Bupati Lampura H. Budi Utomo saat diwawancarai Usai Menghadiri kegiatan HPN dan HUT PWI di GOR Burung Kotabumi, Selasa(9/2).

Sebelumnya lanjut Budi, pihaknya sudah mendapat Intruksi dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Keuangan, bahwa dihimbau kepada seluruh Kabupaten Kota se Indonesia, termasuk Provinsi untuk menganggarkan 8 persen biaya dari DAU.
Namun semua juga harus dilihat dari Kebutuhan, kesiapan dan kemampuan keuangan Daerahnya masing-masing.
Namun untuk kepentingan Rakyat, ini akan dimaksimalkan oleh Pemkab Lampura, sesuai dengan himbauan dan Intruksi dari Pemerintah Pusat.”Anggaran ini tidak baku, bisa saja terpakai 3 persen atau lebih dan bisa saja kurang. Bantuan itu akan ditarik jika ada kebutuhan jika tidak tetap berada di Kas Daerah anggarannya. Pengajuan kebutuhan juga akan dilakukan melalui Dinas Kesehatan,”paparnya.

Dalam waktu dekat ini tambah Budi, pihaknya sudah mengutus tim anggaran untuk berkomunikasi dengan Pimpinan DPRD, untuk dibahas bersama.
Jangan sampai nanti ada kelompok-kelompok yang sudah mendapat surat pemberitahuan tersebut menanyakan apakah Pemkab Lampura sudah menganggarkan atau belum dalam persiapan pembelian Vaksin Sinovac jika terjadi keterlambatan pengiriman.”Jika tidak digunakan nanti anggaran tersebut, itu akan menjadi Silva kita dan akan kita gunakan pada APBD Perubahan. Salah satunya jika ada kegiatan Fisik yang harus diselesaikan nantinya,”pungkasnya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline