Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 16 Feb 2021 21:40 WIB ·

Petani di Lampura Terancam Gagal Panen


 caption : Rubiyem (51) warga Kebun Empat, Jalur Dua, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan mencoba mengais kembali hasil lahan persawahan yang dipenuhi genangan air akibat banjir yang merendam persawahannya Perbesar

caption : Rubiyem (51) warga Kebun Empat, Jalur Dua, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan mencoba mengais kembali hasil lahan persawahan yang dipenuhi genangan air akibat banjir yang merendam persawahannya

KOTABUMI–Banjir yang melanda Kabupaten Lampung Utara (Lampura), tidak hanya mengancam pemukiman warga, tapi juga merusak tanaman padi hingga gagal panen.

Rubiyem (51) warga Kebun Empat, Jalur Dua, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan mengaku lahan persawahan yang menjadi sandaran keluarganya dipenuhi genangan air, hingga membuat hatinya pilu membayangkan hasil saat panen tiba.

“Kalau begini ngebayangin mau panen saja susah, bagaimana kalau tanaman padi yang telah berumur terendam luapan air beberapa hari,” ungkap Rubiyem, meratapi nasib malangnya akibat luapan air Way (sungai) Umban, Selasa (16/2).

Menurutnya, sawah yang dikelola keluarganya itu memiliki luasan sekitar 2.500 m² yang siap panen. Namun, akibat luapan air dialiran sungai yang biasa mengaliri areal persawahannya, harus menghela napas panjang.

“Kalau tidak surut, kami khawatir tanaman padi akan busuk. Sehingga mengancam panen tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi demikian membuat tanaman padi rusak. Untuk memetiknya, harus memilih buah yang dapat diselamatkan.

“Meski hasilnya tak seberapa, tapi setidaknya dapat mengurangi. Kalau begini hampir dipastikan 100% gagal panen,”imbuhnya.

Dia dan warga lainnya yang berusaha serupa hanya dapat pasrah dengan keadaan tersebut. Yang terpenting masih ada pemasukan, meski tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarganya.

“Paling ini (beras), untuk di makan sendiri. Bukan untuk dijual, jadi syukuri aja yang ada. Sekarang terpenting bagaimana dapat memanennya, meski jauh dari harapan,” Pungkasnya. (ozy/rnn)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline