Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 16 Mar 2021 21:22 WIB ·

‘Menghilangnya’ Elpiji 3 Kg di Lampura Agen Tak Lagi Suplai Warung Kecil


 caption : Salah satu sub agen gas elpiji yang ditemui Radar Kotabumi terkait persoalan ketersedian stok gas elpiji, foto dibidik Selasa, (2/7) Perbesar

caption : Salah satu sub agen gas elpiji yang ditemui Radar Kotabumi terkait persoalan ketersedian stok gas elpiji, foto dibidik Selasa, (2/7)

KOTABUMI–Semakin banyaknya Masyarakat yang mengeluhkan kelangkaan Gas Tabung 3 Kg membuat Dinas Perdagangan(Disdag) Lampung Utara (Lampura), turun lapangan untuk mencari tahu penyebabnya. Dari sana diketahui, kelangkaan itu akibat Agen-agen tabung gas yang ditunjuk Pertamina, tidak lagi menyuplai gas elpiji tabung Melon tersebut, ke warung-warung kecil.

Sehingga masyarakat yang biasa membeli pada warung-warung, tidak lagi menemukan tabung gas dimaksud. Sehingga terkesan langka. Padahal tabung gas tersebut dapat diperoleh masyarakat dengan langsung mendatangi agen atau pangkalan. Tentu dengan melengkapi persyaratan yakni menunjukan kartu identitas seperti KTP dan KK. Ini dimaksudkan agar tidak ada masyarakat yang membeli tabung gas lebih dari satu.

“Kita sering kali menemukan terjadinya kelangkaan tabung melon. Kalau Masyarakat cari di warung kecil memang sudah tidak ada lagi saat ini. Untuk itu kita minta masyarakat langsung membeli di pangkalannya.”ucap Hendri saat dikonfirmasi, Selasa (16/3).

Sejatinya terus Hendri, gas tabung melon hanya diperuntukan bagi masyarakat dari ekonomi menengah ke bawah. Bahkan untuk mensosialisasikan peruntukan tabung gas melon tersebut, telah dipasang stempel atau tulisan pada tabung gas “Hanya untuk masyarakat miskin”. Kenyataannya, banyak warga yang merupakan kalangan menengah keatas, juga menggunakan tabung gas melon. “Inilah yang kemudian menyebabkan penyaluran tabung gas jenis ini diperketat. Untuk itu bagi Masyarakat yang ingin membeli gas elpiji tabung melon saat ini harus beli di pangkalan dan menggunkan kartu identitas. Baik Kartu Kelurga(KK) maupun Kartu Tanda Penduduk(KTP).

Dengan begitu Masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah tidak akan lagi merasakan kelangkaan gas tabung melon tersebut.”Dengan berlakunya beli di pangkalan, tentu Masyarakat tidak akan lagi merasakan kelangkaan tabung melon. Selain itu Masyarakat hanya bisa membeli satu buah tidak lebih, sehingga yang lainnya bisa kebagian,”paparnya.

Sejauh ini tambah Hendri, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pihak Pertamina terkait kelangkaan tabung melon.
Dari pihak Pertamina sendiri sudah merespon tinggal menunggu jadwal dan waktu yang tepat untuk turun bersama Disdag ke bawah untuk melakukan Sidak.”Saya pastikan kalau Masyarakat beli dipangkalan resmi pasti gas tabung melon ada. Untuk itu Masyarakat harus membelinya di pangkalan secara langsung,”pungkasnya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 116 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline