KOTABUMI-Usai Pelaksanaan Ujian Sekolah(US) tingkat Sekolah Menengah Pertama(SMP) rampung dilaksanakan selama enam hari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara(Lampura) langsung melakukan pendataan terhadap para siswa yang Putus sekolah melalui Monitoring yang dilakukan empat orang tim.
Dari hasil pendataan di seluruh SMP Disdikbud mendata ada 30 orang siswa yang putus sekolah.”Jumlahnya ada 30 siswa yang putus sekolah. Pihak sekolah sudah berupaya mendatangi, namun anak-anak tersebut memang sudah tidak mau bersekolah lagi. Namun kita tidak patah semangat, kita akan berupaya melakukan pendekatan kembali, dengan harapan anak tersebut mau bersekolah lagi,”tutur Kadisdikbud Lampura Mat Soleh melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Diana Wati.
30 siswa putus sekolah tersebut sambung Diana, rata-rata sudah menikah, sehingga tidak mau bersekolah lagi.
Namun ada juga yang memang mereka tinggal di Kota bersama kerabatnya, karena Pandemi Covid-19 siswa tidak masuk sekolah dalam waktu yang cukup lama sehingga siswa tersebut harus pulang ke tempat orang tuanya.
Namun pihak Sekolah sudah mendatangi kerabatnya untuk membujuk siswa tersebut agar mau bersekolah lagi, namun siswa tersebut sudah tidak mau lagi kembali bersekolah.”Terbanyak dari Kecamatan Bukit Kemuning. Ada juga yang kita temukan siswa tersebut sudah merantau kerja ke luar Kabupaten dan tidak mau bersekolah lagi,”paparnya.
Sementara untuk siswa yang bakal mengikuti US susulan tambah Diana, jumlahnya pun sama ada 30 siswa.
Para siswa yang mengikuti US susulan tersebut sebagian besar disebabkan karena sakit dan karena sakit tidak juga diperbolehkan untuk pergi ke sekolah.
Namun pihak orang tua wali murid juga sudah datang ke sekolah dan meminta izin.
Untuk tahapan US sendiri yakni, US Utama tanggal 28 April hingga 5 Mei, UP Utama tanggal 5 hingga 10 April, US Susulan tanggal 6 hingga 8 Mei, UP Susulan tanggal 19 hingga 22 April.
Hingga saat ini, pihaknya tak henti-henti memberikan himbauan kepada seluruh siswa untuk mematuhi protokol kesehatan.
Dengan disiplin Prokes perjalanan Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) secara tatap muka akan tetap terus berlangsung.
Dengan berlangsungnya KBM tatap muka seperti biasanya tidak akan ada siswa yang putus sekolah.”Kita tetap berkeliling melakukan Monev selama Masa Pandemi ini.
Untuk tim 1 itu ada Kabid Pembinaan SMP ibu Vivi Selviana, tim 2 Kasi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Zaidar.
Kemudian tim 3 Kasi Sarpras Nurman dan tim 4 di ketua oleh saya sendiri,”jelasnya.(ria/her)
Foto Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Diana Wati.

Sebanyak 30 Siswa di Lampura Putus Sekolah 




