KOTABUMI — Lagi, pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menjadi alasan tidak berdayanya suatu upaya untuk meningkatkan gairah perekonomian baik roda pembangunan, maupun segi investasi. Termasuk bidang kerjasama Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Pemkab Lampura).
Terbukti, masuk semester kedua tahun 2021 ini, tidak satupun pihak investor menanamkan modalnya, meski sudah diadakan beberapa kali pertemuan.
Hal itu diakui oleh Nujum Masya, Kepala bagian (Kabag) Kerjasama Sekretariat Kabupaten (Setkab) Lampura, Rabu (2/6) diruang kerjanya.
Dia juga mengatakan, sempat kedatangan investor dari Jakarta dan Jawa untuk pembangunan perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum sebanyak 350 unit. Bahkan direncanakan akan membangun Perumahan 1000 unit dan fasilitas umum di Kelurahan Tanjung Harapan.
“Ya tapi sampai saat ini belum ada komunikasi lagi, mungkin karena kita belum siap secara anggaran untuk turut berinvestasi, mengingat keuangan Pemkab saat ini terbatas” kata Nujum.
Karena, menurut Nujum, para Investor tersebut datang tidak hanya meminta dukungan dan MoU, akan tetapi meminta dukungan anggaran juga, sedangkan keuangan daerah ditengah pandemi ini belum siap untuk hal tersebut.
“Kalau untuk kemudahan izin dan administrasi saja kita siap. Tapi kalau dana sharing belum siap. Sebab Bagian Kerjasama hanya memfasilitasi jika ada Investor yang ingin berinvestasi” jelas dia.
Sejauh ini terang Nujum, pihaknya terus mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan jemput bola, untuk selanjutnya difasilitasi melalui bagian kerjasama.
Dia berharap OPD dilingkup Pemkab Lampura bisa lebih intens lagi menjalin kerjasama dengan investor, baik lokal maupun asing.
“Karenakan bagian kerjasama sifatnya hanya memfasilitasi saja apa yang sudah terjaring oleh OPD terkait” Pungkasnya. (fer/her)

Tersendat Dana Anggaran, MoU Dengan Investor Gagal 




