KOTABUMI—Selain melakukan tugas rutin yang dilaksanakan tiga kali dalam satu Minggu, Dinas Perdagangan(Disdag) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) juga menjalankan intruksi Bupati H. Budi Utomo yakni melakukan Monitoring harga Sembako Pasca Hari Raya Idul Fitri.
Kadisdag Lampura Hendri didampingi Kasi Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Dasari menjelaskan, dari hasil turun ke bawah, ada beberapa Sembako serta sayur mayur yang mengalami penurunan harga.
Selain itu ada juga beberapa Komuditas yang harganya masih stabil serta mengalami kenaikan.”Hasil kita Monitoring ke bawah seperti harga bawang stabil, kalau cabai kecil, turun sementara untuk harga minyak goreng itu mengalami kenaikan yang cukup signifikan,”ujar Hendri, Kamis (3/6).
Dari hasil Monitoring ke tiga Pasar Induk yakni Pasar Sentral, Pasar Pagi dan Pasar Propau Kotabumi untuk harga Cabai Merah sebelumnya Rp 15 Ribu Perkilogram(kg) naik menjadi Rp 18 Ribu perkg.
Cabai Rawit Setan turun dari Rp 50 ribu perkg saat ini Rp 40 ribu perkg, Cabai Rawit Gunung sebelumnya Rp 45 Ribu saat ini Rp 40 Ribu perkg.
Untuk harga Buncis naik Rp 8 Ribu saat ini Rp 12 Ribu perkg, sementara untuk Kentang tetap di harga Rp 14 Ribu perkg.
Daging Sapi masih normal yakni Rp 120 Ribu perkg dan Daging Ayam turun dari Rp 40 Ribu saat ini Rp 38 Ribu perkg.
Sementara untuk harga kacang-kacangan mengalami kenaikan yakni
Kacang kedelai import dari Rp12 Ribu menjadi Rp 17 Ribuperkg, dan untuk kacang tanah sebelumnya Rp 28 Ribuperkg naik menjadi Rp 30 Ribu perkg.”Untuk Karet dan singkong itu juga naik dark sebelumnya karet Rp 9.500 saat ini sudah Rp 11 Ribu perkg. Singkong juga naik Rp 45 rupiah perkg, sementara untuk Kelapa sawit naiknya cukup tinggi yakni dari Rp 800 menjadi Rp 2000 perkg,”ucapnya.
Naik dan turunnya harga sembako sendiri tambah Hendri yang juga didampingi Staf Bidang Perdagangan Kristina, jika permintaan pembeli tinggi tentu stok akan berkurang dan harganya pasti mengalami kenaikan.
Namun jika sedang panen raya seperti Cabai beberapa hari lalu itu harganya bisa anjlok yakni di jual dengan harga Rp 10 Ribu perkg.
Kalau terjadi kelangkaan pihak Disdag akan langsung berkoordinasi dengan Bulog, karena di Bulog mereka menangani juga soal Sembako.
Sementara jika terjadi kenaikan di sayur mayur pihaknya akan turun ke agen untuk menanyakan dimana mereka dapat pasokan. Kemudian langsung berkoordinasi dengan Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian.”Saat ini banyak pedagang yang mengeluhkan sepinya pembeli saat ini.
Apalagi Minyak goreng naiknya cukup tinggi perliter, dari sebelumnya Rp 13 Ribu menjadi Rp 15 Ribu tergantung merek. Begitu juga dengan minyak curah sebelumnya Rp 10 Ribu saat ini Rp 12.500 perkg.
Memang mengalami kenaikan di seluruh dunia tidak hanya di Lampura saja.
Ini semua tentunya menjadi perhatian khusus dari Pemerintah,”pungkasnya.(ria/her)

Disdag Monitoring Harga Sembako Pasca Lebaran 




